Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpeluang Menguat, Berikut Empat Saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG hari ini berpeluang rebound ke 6.600. MNC Sekuritas merekomendasikan ANTM, PGAS, PTBA dan TINS untuk dicermati investor.

Bagikan:
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan () berpeluang kembali menguat pada perdagangan Rabu (26/8/2026) setelah sehari sebelumnya ditutup melemah. Investor masih perlu mencermati tekanan jual asing serta sejumlah level teknikal penting sebelum mengambil posisi.

Pada perdagangan Senin (24/8/2026), IHSG terkoreksi 0,37 persen atau 24,02 poin ke level 6.501,67. Pelemahan tersebut dibarengi tekanan jual , khususnya di pasar reguler yang mencatat sebesar Rp556,2 miliar.

Meski demikian, peluang IHSG untuk melakukan rebound masih terbuka. memperkirakan pergerakan indeks saat ini berada pada bagian wave iii dari wave (c).

Area 6.429-6.453 menjadi level penting yang perlu diperhatikan investor. Jika mampu bertahan di zona tersebut dan kembali mendapatkan dorongan beli, indeks berpeluang bergerak menuju 6.570-6.600.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat hingga membuat IHSG menembus area 6.429-6.453, investor perlu mewaspadai support berikutnya di level 6.373 dan 6.272.

Arus Dana Asing Masih Jadi Perhatian

Selain faktor teknikal, pergerakan dana asing menjadi salah satu indikator yang patut dicermati dalam perdagangan hari ini.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed to positive, dengan area support 6.455-6.400 dan resistance di 6.568.

Ruang penguatan masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di sekitar level support tersebut. Namun, aksi jual asing di pasar reguler masih menjadi sentimen yang dapat membatasi penguatan indeks.

Pada perdagangan sebelumnya, investor asing sebenarnya mencatat Rp205,5 miliar di pasar negosiasi. Namun, kondisi berbeda terlihat di pasar reguler karena asing membukukan net foreign sell Rp556,2 miliar.

Nilai pembelian asing di pasar reguler tercatat sekitar Rp3,45 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp4,01 triliun. Jika seluruh pasar digabungkan, asing mencatat Rp350,7 miliar, dengan pembelian Rp3,79 triliun dan penjualan Rp4,14 triliun.

hingga Jadi Sasaran Jual Asing

Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual . Di pasar reguler, mencatat net foreign sell terbesar sekitar Rp178 miliar.

Posisi berikutnya ditempati dengan net foreign sell Rp105 miliar dan TPIA sebesar Rp89,2 miliar.

Sementara itu, GOTO mencatat net foreign sell sekitar Rp17,1 miliar di pasar negosiasi dari transaksi sebanyak 738,4 juta saham dengan harga rata-rata Rp22,7 per saham.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham justru masih mendapatkan akumulasi dana asing.

menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler, yakni sekitar Rp99,4 miliar. Berikutnya terdapat BRMS Rp56,2 miliar dan EMAS Rp53 miliar.

Jika dihitung berdasarkan seluruh pasar, SMMA menjadi saham dengan terbesar, mencapai Rp179,1 miliar. berada di posisi berikutnya dengan Rp99,4 miliar, disusul PACK sebesar Rp56,6 miliar.

Empat Saham Rekomendasi MNC Sekuritas

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi terhadap empat saham, yakni , , , dan TINS.

1. ANTM

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 0,63 persen menjadi Rp3.190. Pergerakannya masih menunjukkan dominasi volume pembelian meskipun mulai mengalami penurunan volume.

Strategi yang diberikan adalah Buy on Weakness di kisaran Rp3.100-Rp3.160.

Target harga ANTM berada di Rp3.300 dan Rp3.450, sedangkan batas risiko atau stop loss berada di bawah Rp3.010.

2. PGAS

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 1,32 persen ke level Rp1.540. Penguatan tersebut turut disertai peningkatan volume pembelian.

PGAS juga masih mampu bergerak di atas MA60 sehingga memberikan sinyal teknikal yang cukup positif.

MNC Sekuritas merekomendasikan Buy on Weakness pada Rp1.520-Rp1.535, dengan target Rp1.585 dan Rp1.650. Stop loss ditempatkan di bawah Rp1.500.

3. PTBA

Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kenaikan 3,33 persen ke Rp2.480. Penguatan tersebut didukung peningkatan volume pembelian sekaligus keberhasilan saham menembus MA60.

Strateginya adalah Buy on Weakness pada area Rp2.440-Rp2.470.

Target harga PTBA berada di Rp2.520 dan Rp2.570, sementara stop loss ditetapkan di bawah Rp2.390.

4. TINS

Saham PT Timah Tbk (TINS) menguat 2,48 persen menjadi Rp4.130. Pergerakan tersebut disertai peningkatan volume pembelian.

Untuk TINS, strategi yang diberikan adalah Trading Buy pada kisaran Rp4.080-Rp4.130. Target harga berada di Rp4.300 dan Rp4.420, dengan stop loss di bawah Rp3.990.

Menariknya, TINS juga menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya.

IHSG dan Empat Saham yang Perlu Dicermati

Dengan kondisi tersebut, peluang IHSG untuk melakukan rebound masih terbuka setelah mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan area 6.429-6.453 sebagai level kunci. Kemampuan IHSG bertahan di atas zona tersebut dapat membuka peluang menuju 6.570-6.600.

Sebaliknya, penembusan ke bawah area support tersebut berpotensi membawa indeks menguji level 6.373 hingga 6.272.

Di sisi saham, ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS menjadi empat emiten yang masuk radar rekomendasi MNC Sekuritas. Investor tetap perlu memperhatikan level beli, target keuntungan, dan batas risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

Catatan: merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru