Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpeluang Cetak Rekor Baru, INET, JPFA hingga SMRA Jadi Sorotan

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji ATH baru di area 9.151. Simak rekomendasi saham INET, JPFA, dan SMRA hari ini.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan () masih berpotensi berlanjut pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Setelah sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 9.133 pada sesi sebelumnya, IHSG kini membuka peluang untuk menguji area 9.123–9.151.

Berdasarkan catatan tim analis , IHSG pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026) menguat 0,64%. Kenaikan tersebut masih ditopang dominasi transaksi beli, meskipun kekuatan volumenya mulai menunjukkan perlambatan.

Dari sisi teknikal, pergerakan indeks dinilai masih berada dalam fase lanjutan penguatan, tepatnya di bagian wave (v) dari wave [iii]. Namun demikian, menurunnya intensitas volume menjadi sinyal bagi investor untuk tetap mewaspadai potensi pergerakan yang cenderung terbatas dalam jangka pendek.

“ masih memiliki ruang melanjutkan kenaikan selama bertahan di atas area support,” tulis tim analis dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, area support IHSG berada di level 9.008 dan 8.956. Sementara itu, resistance terdekat diperkirakan berada di kisaran 9.152 hingga 9.192. Dengan struktur tersebut, indeks diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan selektif.

Pilihan

Di tengah kondisi pasar yang masih positif namun mulai terbatas, MNC Sekuritas menyoroti beberapa saham yang menarik untuk strategi maupun .

GZCO –

Saham GZCO melonjak 6,25% ke level 272 dengan dukungan peningkatan volume. Secara teknikal, GZCO diperkirakan berada pada fase wave (B).

Area beli: 264–268

Target harga: 280 dan 296

Stoploss: di bawah 262

INET –

INET mencatatkan penguatan signifikan 10,58% ke level 575, disertai lonjakan volume transaksi. Posisi saham ini diperkirakan berada pada wave (B) dari wave [B].

Area beli spekulatif: 545–565

Target harga: 620 dan 660

Stoploss: di bawah 540

JPFA – Buy on Weakness

JPFA naik 2,96% ke level 2.780, meski mulai diwarnai tekanan jual. Secara teknikal, JPFA diperkirakan berada pada wave [v] dari wave 5.

Area beli: 2.670–2.720

Target harga: 2.840 dan 3.030

Stoploss: di bawah 2.570

SMRA – Buy on Weakness

SMRA terkoreksi 1,95% ke level 402. Tekanan jual masih mendominasi, namun mulai mereda. Saham ini diperkirakan berada pada fase wave ii dari wave (iii).

Area beli: 390–402

Target harga: 416 dan 442

Stoploss: di bawah 380

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru