Hujan Api di Tel Aviv: Rudal Iran Tembus Jantung Israel, Stok Pencegat Menipis
Rudal Iran menghantam Tel Aviv dan wilayah Israel tengah. Serangan intens disebut menguras stok rudal pencegat pertahanan Israel.
Nusantaraterkini.co, โTEL AVIV-Minggu (15/3/2026), menjadi malam yang mencekam bagi warga Israel saat gelombang rudal balistik Iran berhasil menembus barikade pertahanan udara dan menghantam wilayah Tel Aviv serta Palestina tengah. Ledakan hebat yang mengguncang pusat kota memicu kebakaran di berbagai titik, mengubah lanskap perkotaan menjadi zona perang dalam sekejap. Serangan ini tidak hanya merusak infrastruktur di Kota Ramla dan Holon, tetapi juga mengirimkan pesan horor langsung ke genggaman warga melalui pesan singkat misterius yang berbunyi: "Ambillah napas terakhirmu. Api amarah kami tidak akan meninggalkanmu di mana pun."
โSirene peringatan serangan udara meraung tanpa henti, memicu kepanikan massal dari kawasan Bandara Ben Gurion hingga pemukiman Avivim dan Metula di utara. Pecahan proyektil dilaporkan menghujani wilayah Bnei Brak, memaksa pasukan keamanan melakukan penyisiran besar-besaran di tengah situasi yang belum terkendali. Di balik kepulan asap di jalanan Tel Aviv, muncul kekhawatiran yang jauh lebih strategis bagi militer Israel: habisnya amunisi pertahanan mereka.
โ
Dilansir RMOL, laporan internal mengungkapkan bahwa intensitas serangan Iran yang tak kunjung surut telah menguras cadangan rudal pencegat balistik Israel hingga mencapai tingkat kritis.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa situasi ini sudah diprediksi sebelumnya, di mana Israel kini terjebak dalam perang atrisi atau perang daya tahan. Masalah utamanya bukan hanya soal jumlah, melainkan ketimpangan ekonomi yang ekstrem; satu unit rudal Iran hanya berharga ratusan ribu dolar, sementara setiap satu rudal pencegat canggih yang diluncurkan Israel menelan biaya hingga jutaan dolar.
โ
Konflik ini kini bukan sekadar adu kekuatan militer, melainkan perlombaan antara kapasitas produksi massal rudal Teheran melawan kedalaman kocek serta persediaan sistem pertahanan milik Israel dan Washington. Dengan stok pencegat yang mendekati titik nol, Israel kini berada pada posisi yang sangat rentan jika Iran terus meluncurkan gelombang serangan berikutnya dalam skala yang sama.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·16 menit yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·41 menit yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKKelakar Bobby Nasution ke Maba di UMSU: Banyak-banyak Foto Pas Kuliah, Biar Ada Bukti Ijazah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Raih Apresiasi Kakorbinmas Baharkam Polri Berkat Capaian Gerakan Pangan Murah dan Satkamling
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIAwal Pekan Loyo, Harga Emas Antam Jatuh ke Rp2.597.000 Per Gram
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·4 jam yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan