Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hensa Usul MBG Dihentikan Sementara Usai Kasus Dadan: Selamatkan Fiskal, Perbaiki Program

Hensa Usul MBG Dihentikan Sementara Usai Kasus Dadan: Selamatkan Fiskal, Perbaiki Program

Analis komunikasi politik Hendri Satrio Memandang Program MBG Perlu Dievaluasi Pasca Dadan Tersangka Korupsi (foto:istimewa)
Analis komunikasi politik Hendri Satrio Memandang Program MBG Perlu Dievaluasi Pasca Dadan Tersangka Korupsi (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA () menilai yang menjerat mantan (), , tidak hanya berdampak pada pelaksanaan (), tetapi juga berpengaruh terhadap secara lebih luas.

Menurut , dugaan penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut telah menimbulkan efek berantai yang dirasakan masyarakat.

“Ini kesalahannya Dadan, dia pakai duit fiskal. Panjang urusannya sampai hari ini. Sembako naik, harga-harga yang lain naik, PHK di mana-mana. Kita susah hidupnya semua. Dia bukan cuma korupsi doang, dia pakai fiskal buat memperkaya diri sendiri,” kata Hensa, Rabu (10/6/2026).

Hensa juga mengkritik klaim pemerintah yang selama ini menyebut telah melibatkan masyarakat dalam evaluasi program MBG. Menurutnya, berbagai masukan publik sejak awal pelaksanaan program justru tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

“Dari awal kami sudah ingatkan. Tapi hasilnya apa? Malah ada respons yang tidak menunjukkan keterbukaan terhadap kritik. Artinya tidak ada keterlibatan masyarakat yang benar-benar diinginkan sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, Hensa menilai sejumlah kolega Dadan di lingkungan kabinet turut memiliki tanggung jawab moral karena tidak menyampaikan kritik maupun evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.Ia menyoroti adanya budaya Asal Bapak Senang (ABS) yang membuat berbagai persoalan tidak dikoreksi sejak dini.

“Mereka tahu ada keluhan masyarakat, tetapi tidak berani menyampaikan. Karena Dadan dianggap dekat dengan Presiden, akhirnya banyak yang memilih diam,” katanya.

Di sisi lain, Hensa menyambut positif langkah Kejaksaan Agung yang menangani kasus tersebut. Ia menilai respons publik terhadap penegakan hukum dalam perkara ini cukup positif dan dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.

Menurut Hensa, penghentian sementara program MBG untuk dilakukan evaluasi dan penyempurnaan justru dapat memperkuat citra Presiden di mata masyarakat.

“Saya melihat penghentian sementara untuk evaluasi bukan sesuatu yang buruk. Justru bisa menjadi kesempatan memperbaiki program agar lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Hensa mengusulkan agar pemerintah menerapkan skema pilot project sebelum program kembali dijalankan secara luas. Dengan cara tersebut, pemerintah dapat menemukan pola pelaksanaan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Mengevaluasi MBG bukan berarti menghentikannya 100 persen. Bisa dilakukan melalui pilot project sampai ditemukan pola yang baik dan efektif. Kalau memang program ini terbukti bermanfaat dan mendapat dukungan masyarakat, tentu bisa dijalankan kembali dengan fondasi yang lebih kuat,” katanya.

Ia menambahkan, masih tersedia cukup waktu bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan kebijakan secara terukur sehingga program-program sosial dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. 

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait