Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Minyak Mentah Naik 0,22% ke Level US$ 68,69 Per Barel Terseret Data Ekonomi AS yang Lemah Menghambat Langkah OPEC+

Harga minyak mentah  west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 68,69 per barel, nai

Bagikan:
Harga minyak mentah  west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 68,69 per barel, naik 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 68,54 per barel.
Harga minyak mentah  west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 68,69 per barel, naik 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 68,54 per barel.
A A

Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Kamis (5/12) pagi. Pukul 06.15 WIB harga minyak naik di pasar spot. 

  west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 di ada di level US$ 68,69 per barel, naik 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 68,54 per barel.

BACA: Analis Pasar: IHSG Bakal Naik ke Arah Technical Rebound Saja, Pergerakan di Sekitar 7.230-7.360

Harga minyak mentah mengalami kenaikan, setelah terkoreksi kemarin karena data ekonomi AS yang lemah menghambat langkah + untuk mencabut pembatasan produksi.

BACA: Harga Minyak Mentah Bergerak Bullish Menguat 0,13% ke Level US$ 70,074 Per Barel Dipicu Eskalasi Konflik di Timur Tengah

"Kegagalan WTI untuk bertahan di atas US$ 70 per barel dan rata-rata pergerakan 50 harinya memperkuat level ini sebagai resistansi," kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group seperti dikutip Bloomberg.

BACA: Kurs Rupiah Melemah 0,14% Berada di Level Rp15.968 Per Dolar AS di Pedagangan Rabu (4/12/2024) Pagi Ini

"Selain itu, voluma hari ini jauh lebih rendah daripada rata-rata 10 hari, yang menunjukkan pasar wait and see saat mendekati akhir tahun."

Harga minyak bergerak di kisaran US$ 68 per barel sejak pertegahan Oktober, diterpa oleh isu ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina.

BACA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Naik 8,77 Poin ke Level 7.204,79 di Perdagangan Rabu (4/12/2024)

Terpilihnya Trump sebagai presiden AS dalam pilpres 2024 dan lesunya prospek permintaan dari China.

Data energi yang beragam dari AS semakin memperkeruh situasi, dimana permintaan solar yang lemah dan produksi minyak mengimbangi penurunan persediaan minyak mentah. 

(nusantaraterkini.co/win)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait