Harga Minyak Mentah Bergerak Bullish Menguat 0,13% ke Level US$ 70,074 Per Barel Dipicu Eskalasi Konflik di Timur Tengah
harga minyak mentah bergerak bulllish pada perdagangan siang ini, didukung oleh isyarat penundaan peningkatan produksi OPEC+ dan eskalasi konflik di T
Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Rabu (4/12/2024) pukul 12.41 wib harga minyak mentah bergerak bulllish pada perdagangan siang ini, didukung oleh isyarat penundaan peningkatan produksi OPEC+ dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
BACA: IHSG Naik 107,502 Poin ke Level 7.303,519 di Perdagangan Rabu (4/12/2024) Siang Ini
Berdasarkan data yang dilansir dari Trading Economics, harga minyak mentah menguat 0,13% ke level US$ 70,074 per barel. Sedangkan minyak Brent diperdagangkan pada level US$ 73,82 per barel, atau menguat 0,23% dalam sehari.
Research Development ICDX Girta Yoga mengatakan ditengah lesunya pergerakan ekonomi China yang merupakan importir terbesar minyak, isyarat penundaan peningkatan produksi OPEC+ berhasil mendorong harga minyak tetap dalam tren bullish.
Adapun aktivitas sektor jasa di China berekspansi pada laju yang lebih lambat, turun menjadi 51,5 pada bulan November dari 52,0 pada bulan Oktober.
BACA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Naik 8,77 Poin ke Level 7.204,79 di Perdagangan Rabu (4/12/2024)
Perlambatan tersebut disebabkan oleh tekanan terhadap pertumbuhan bisnis baru, termasuk sektor ekspor, akibat ancaman kebijakan Trump mengenai kenaikan tarif AS.
Selain itu laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 1,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 November, dan stok bensin juga melonjak naik 4,6 juta barel. Hal ini mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Di sisi lain, kelompok aliansi OPEC dan sekutunya tengah membahas kesepakatan untuk menunda peningkatan produksi selama tiga bulan. Rencana tersebut disinyalir akan dimulai pada bulan Januari dengan kenaikan awal sebesar 180.000 bph.
"Rencana penundaan ini juga merupakan usulan utama yang akan dibahas dalam pertemuan daring tanggal 4 Desember, dan sejauh ini belum ada yang menentang," jelas Yoga dalam riset harian, Rabu (4/12).
Dukungan lain terhadap penguatan harga logam hitam ini adalah potensi eskalasi dan meluasnya konflik Timur Tengah.
Sebab Israel pada hari Selasa mengancam akan kembali berperang dengan Hizbullah jika kelompok itu gagal melakukan gencatan senjata, dan menekankan bahwa serangannya akan lebih meluas bahkan menargetkan negara Lebanon.
Berdasarkan analisa ini, Yoga memproyeksi harga minyak punya peluang menlanjutkan tren bullish. Menurutnya minyak berpotensi menemui posisi US$ 72 per barel.
Namun, tetap perlu waspada terhadap sentimen negatif. Apabila demikian, maka harga minyak berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 67 per barel.
(nusantaraterkini.co/win)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALBobol Rumah Kosong di Hamparan Perak, Spesialis Curanmor dan Pencurian Ditangkap Polisi
hendra·Beberapa detik yang lalu -
KRIMINALTiga Pemuda di Pematangsiantar Ditangkap Polisi, Bawa 15 Butir Ekstasi Beragam Merek
hendra·10 menit yang lalu -
KRIMINALTak Diberi Uang Rokok, Ayah di Deliserdang Aniaya Putri Kandungnya hingga Babak Belur
Rozie Winata·21 menit yang lalu -
SUMUTJejak Rel Tempo Dulu: Perjalanan Stasiun Timbang Langkat Menjadi Stasiun Binjai
Rozie Winata·50 menit yang lalu -
SUMSELTeknologi Drone Slog Polri Diterjunkan Atasi Karhutla di Pemulutan Ogan Ilir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan