Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Guguran, BPPTKG Masih Tetapkan Level Siaga

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran yang terjadi pada pukul 9.24 WIB

Bagikan:
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/1). (Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/1). (Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
A A

 - mengeluarkan dengan jarak luncur awan panas guguran 1.500 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng), pada Sabtu, (10/01/2024) pagi. 

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 10 Januari 2024 pukul 9.24 WIB," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi () Agus Budi Santoso dalam laporan tertulis, Sabtu, (10/01/2024). 

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (), yang terjadi pada pukul 9.24 WIB dengan amplitudo maksimal 49 mm. Durasi awan panas guguran tercatat 155.80 detik. 

"Jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng)," ucapnya. 

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status aktivitas di level siaga. 

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," ujarnya. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

(Ann/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait