Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Fenomena Dukungan Dedi Mulyadi–Ahok Menguat, Sinyal Kekecewaan Publik

Wacana pasangan Dedi Mulyadi dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 tengah ramai diperbincangkan di media

Pengamat Politik dari Rumah Politik Indonesia Fernando Emas. (Foto: Istimewa)
Pengamat Politik dari Rumah Politik Indonesia Fernando Emas. (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wacana pasangan dengan (BTP/Ahok) untuk (Pilpres) 2029 tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena ini turut mendapat tanggapan dari , .

Fernando menilai, meskipun dukungan publik di dunia maya terlihat cukup besar, peluang keduanya untuk benar-benar maju dalam kontestasi Pilpres masih menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.

Menurutnya, posisi saat ini menjadi salah satu faktor penghambat. Dedi diketahui merupakan kader Partai Gerindra yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. 

"Dengan status tersebut, peluang Dedi untuk diusung sebagai calon presiden oleh partainya dinilai relatif kecil, mengingat dinamika internal dan kepentingan politik partai," ujar Fernando kepada nusantaraterkini.co, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, saat ini merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP), partai yang juga memiliki sejumlah tokoh potensial untuk diusung dalam Pilpres mendatang. Nama-nama seperti Puan Maharani, Pramono Anung, dan Ganjar Pranowo disebut-sebut memiliki peluang lebih besar dari internal partai.

Meski demikian, Fernando menegaskan bahwa peta politik Indonesia masih sangat dinamis. Berbagai kemungkinan tetap dapat terjadi, tergantung pada perkembangan situasi politik nasional menjelang tahun pemilu.

Lebih lanjut, ia melihat munculnya wacana duet Dedi Mulyadi–Ahok di kalangan netizen bisa dimaknai sebagai bentuk aspirasi sekaligus kekecewaan publik terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Harapan akan hadirnya alternatif pemimpin baru menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya dukungan tersebut.

Fernando pun mengingatkan bahwa fenomena ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, perbaikan kinerja pemerintahan, khususnya para menteri dan pembantu presiden, perlu dilakukan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Ini sinyal dari publik yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah harus mampu menjawab ekspektasi masyarakat,” ujarnya.  

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait