Ekonomi Kreatif Berbasis Modifikasi Otomotif Selayaknya Dapat Ruang Resmi
Modifikasi otomotif bukan sekadar hobi, tapi ekspresi seni, teknologi, dan inovasi yang menciptakan nilai ekonomi baru
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Kali ini, Gekrafs mendorong lahirnya subsektor ke-18, yaitu Ekonomi Kreatif Berbasis Modifikasi Otomotif, sebuah gerakan baru yang mengakui kreativitas dan inovasi anak muda dalam dunia otomotif sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif nasional.
Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian menegaskan bahwa potensi modifikasi otomotif di Indonesia sangat besar dan sudah selayaknya mendapatkan ruang resmi dalam kerangka ekonomi kreatif.
Baca Juga : Bambang Haryo: Serapan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Capai 26 Juta, tapi Anggaran Masih Minim
“Modifikasi otomotif bukan sekadar hobi, tapi ekspresi seni, teknologi, dan inovasi yang menciptakan nilai ekonomi baru. Kita melihat banyak talenta muda Indonesia yang mampu mengubah kendaraan menjadi karya berkarakter dan bernilai tinggi,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Kawendra menambahkan, Gekrafs tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, komunitas otomotif, serta pelaku industri aftermarket untuk menyusun peta jalan dan standar pengembangan subsektor ini.
Tujuannya, agar talenta modifikasi tidak hanya tampil di ajang kontes, tetapi juga bisa membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan ekspor produk kreatif otomotif Indonesia.
“Kita ingin dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai konsumen otomotif, tapi juga sebagai creative maker nation bangsa yang menciptakan inovasi dan gaya dari tangannya sendiri,” tegas Kawendra yang juga legislator dapil Jateng ini.
Menurutnya, subsektor ekonomi kreatif berbasis modifikasi otomotif memiliki irisan kuat dengan berbagai bidang lain seperti desain produk, seni visual, teknologi digital, hingga industri pariwisata berbasis gaya hidup. Gekrafs berharap dorongan ini dapat memperkuat semangat kolaborasi lintas industri dan membuka ruang baru bagi para kreator muda.
Baca Juga : Legislator: Ambon Punya Potensi Ekonomi Kreatif Lewat Bidang Musik
“Anak muda kita luar biasa. Dengan kreativitas dan inovasi, mereka mampu menjadikan garasi sebagai studio, bengkel sebagai laboratorium ide. Gekrafs akan terus menjadi rumah besar bagi mereka semua,” tutup Kawendra.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·13 menit yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
SUMSELKinerja Penyerapan Tinggi, Menteri PKP Setujui Tambahan 3.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sumsel
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWATragis! Pria 64 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Kertapati Palembang
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALPutra Mahkota Arab Saudi: Dunia Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan