Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dugaan Surga Narkoba di Rutan Labuan Deli, Kemenimipas Didesak Turun Tangan ​

Akamsu mendesak Kemenimipas mengusut dugaan peredaran narkoba dan penggunaan ponsel bebas di Rutan Labuan Deli, Sumut.

Elemen Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumatera Utara (Akamsu). (foto:rmol)
Elemen Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumatera Utara (Akamsu). (foto:rmol)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN-Tudingan miring menerjang Rumah Tahanan (Rutan) Labuan Deli di terkait dugaan kebebasan narapidana dalam mengoperasikan ponsel hingga mengendalikan bisnis gelap narkotika dari balik jeruji. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumatera Utara () yang menuntut kementerian terkait segera melakukan investigasi mendalam sekaligus mencopot jabatan Kakanwil Sumut dan Karutan Labuan Deli. 

Fenomena ini dianggap sebagai tamparan keras bagi kebijakan nirmandat dan ponsel yang selama ini digaungkan oleh pemerintah di lembaga pemasyarakatan.

Faisal Rambe selaku Ketua Umum mengungkapkan bahwa indikasi pelanggaran di fasilitas tersebut sudah masuk kategori mengkhawatirkan karena adanya unsur kesengajaan dari pihak internal. 

"Kami menduga kuat adanya pembiaran yang disengaja. Narapidana bisa menggunakan handphone secara bebas, bahkan kuat dugaan mengedarkan dari balik jeruji," jelas Faisal dalam pernyataan resminya, seperti dilansir RMOL, Sabtu (31/1/2026).

Ia mengklaim narasi ini bukan sekadar isapan jempol belaka, karena pihaknya mengaku telah mengantongi bukti visual berupa rekaman video yang memperlihatkan aktivitas terlarang tersebut.

​Kritik tajam pun diarahkan pada hilangnya fungsi pembinaan di yang seharusnya memberikan efek jera, namun justru berubah menjadi pusat kendali kejahatan terorganisir yang aman. 

Faisal merasa miris melihat institusi negara yang seharusnya menjadi tempat perbaikan diri malah disalahgunakan untuk memperlancar peredaran barang haram tanpa hambatan berarti. 

"Harapan masyarakat , rutan itu menjadi tempat pembinaan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, seolah menjadi surga bagi para napi untuk melancarkan bisnis haramnya," tegas Faisal mengakhiri tuntutannya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait