DPR Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen Tercapai di 2026
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto, menilai angka pertumbuhan pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto, menilai angka pertumbuhan pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) 2026 masih realistis untuk dicapai melalui program-program strategis pemerintah yang masih berjalan.
Hal ini disampaikan menyikapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan akan berada di kisaran 5,2 – 5,8 persen.
“Kedepan dengan angka 5,2 sampai 5,8, kita melihat angka pertumbuhan itu masih cukup realistis, karena banyak program-program yang masih berjalan sampai saat ini. Tentunya kita sampaikan tadi mengenai 8 program unggulan (pemerintahan Presiden Prabowo Subianto). Salah satunya Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan,” kata Wihadi, Rabu (21/5/2025).
Anggota Komisi XI DPR ini juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi kedepan bisa ditopang melalui akserisasi investasi dan program hilirisasi agar produk Indonesia memiliki nilai tambah.
“5,2 sampai 5,8 persen itu masih mempunyai harapan untuk bisa tercapai karena kita masih mendorong investasi dengan adanya Danantara dan adanya hilirisasi,” ujar politikus Gerindra ini.
Diketahui situasi perdagangan dan investasi global saat ini mengalami ketidakpastian yang menyebabkan terganggunya rantai pasokan global yang berdampak kenaikan pada biaya transaksi internasional.
Untuk itu, Wihadi meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi dampak negatif gejolak ekonomi global terhadap perekonomian nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi, dalam sidang Paripurna DPR tersebut, pemerintah juga mengajukan asumsi inflasi sebesar 1,5–3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp16.500–Rp16.900 per dolar AS, serta suku bunga SBN 6,6–7,2 persen.
Sementara harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok pada kisaran USD 60–80 per barel, dengan target lifting minyak bumi 600–605 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 953–1017 ribu barel setara minyak per hari.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKapolda Sumsel Rony Samtana Ajak Doa Bersama Musibah Karhutla
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKenalkan Istri hingga Anak di Acara Pisah Sambut, Kapolda Sumsel: Mohon Diterima Jadi Bagian Sumsel
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
NASIONALPemerintah Realisasikan Penarikan Utang Rp494,3 Triliun Hingga September 2026
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALBelum Baca Dakwaan, Terdakwa KDRT Ditegur Hakim PN Medan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSKetum JMSI Pamerkan Batik Ciprat Karya Anak Berkebutuhan Khusus di Markas PBB
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALGanjaran Pasal Berlapis Menjerat Tiga Terdakwa Narkotika
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
E-SportLibas Dewa United 2-0, NAVI Puncaki Klasemen MPL ID Season 18
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
EKONOMIKepala BI Sumut Dikukuhkan, Bobby Ingatkan Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KRIMINALTiga Terdakwa Kasus Narkotika Jalani Proses Hukum, Dua Dituntut hingga 4 Tahun 10 Bulan
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan