DPR Minta RUU Migas Prioritaskan Kepastian Investor dan Stabilitas Regulasi
RUU Migas dinilai penting untuk kepastian regulasi dan peningkatan investasi, termasuk insentif fiskal dan penyederhanaan birokrasi.
Nusantaraterkini.co,JAKARTA- Wacana mengenai Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) mendapat sorotan dari Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo. Menurutnya, RUU Migas ini perlu dilakukan untuk menciptakan regulasi yang lebih adaptif dan memberikan kepastian jangka panjang bagi investor.
“Diperlukan untuk menghadirkan aturan yang jelas mengenai tata kelola Migas,” kata Sartono, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga : Kementerian ESDM Didorong Hati-hati Sikapi BBM BOBIBOS sedang Viral di Medsos
Lebih lanjut Sartono menjelaskan, RUU Migas juga diperlukan guna mendongkrak investasi Migas di Indonesia. Selaras itu, kata dia, RUU Migas akan menciptakan regulasi yang lebih kompetitif, stabil, dan transparan.
“Penyederhanaan birokrasi seperti ‘one-stop service’ untuk izin usaha,” tegas legislator dapil Jatim VII ini.
Selain itu, Sartono juga mengusulkan adanya pembahasan soal insentif fiskal yang menarik hingga jaminan contract sanctity untuk menggaet Investor di dalam wacana revisi Undang-Undang Migas.
Sartono menekankan, hal itu diperlukan untuk meningkatkan pemasukan negara demi mendukung berjalannya program-program pro kesejahteraan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : Legislator Minta Kaji Ulang Impor BBM Satu Pintu Lewat Pertamina
“Atas dasar itu Komisi XII DPR siap menjadi part of solution. Kita akan juga memastikan bahwa regulasi baru tidak menimbulkan kebingungan dan sovereign risk yang tinggi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah mengambil alih inisiatif pembahasan RUU Migas yang telah lama mandek di tangan parlemen.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pembahasan RUU Migas cenderung jalan di tempat lebih dari 12 tahun saat menjadi inisiatif DPR.
“Sudah dua periode di DPR kan nggak berhasil tuh, nah sekarang bagaimana kalau dari pemerintah sendiri yang mendorong,” kata Laode.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan