Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Desak TNI AL Audit Investigasi Insiden Peluru Nyasar yang Lukai Siswa di Gresik

Komisi I DPR desak audit investigasi TNI AL terkait peluru nyasar yang melukai dua siswa SMP di Gresik

Oleh Soleh berbicara di sela-sela diskusi. (Foto: istimewa)
Oleh Soleh berbicara di sela-sela diskusi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi I , Oleh Soleh menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang mengenai dua siswa SMPN 33 , yakni Darrell Fausta Hamdani dan Renheart Octo Hanaya.

Peristiwa tersebut diduga berasal dari aktivitas latihan tembak prajurit TNI Angkatan Laut di Lapangan Tembak Bumi , Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah.

Oleh Soleh mendesak untuk segera melakukan secara menyeluruh guna mengungkap secara pasti asal peluru yang mengenai kedua siswa tersebut.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus.

harus dilakukan secara serius dan terbuka agar diketahui secara pasti sumber peluru tersebut. Ini menyangkut keselamatan masyarakat sipil,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam pelaksanaan latihan tembak, maka prajurit yang terbukti bersalah harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Jika latihan dilakukan tidak sesuai SOP, maka harus ada pertanggungjawaban. Penegakan disiplin sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu juga menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi institusi militer dalam setiap pelaksanaan latihan, khususnya yang berpotensi berdampak pada masyarakat sekitar.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi TNI dalam menjalankan latihan militer. Jangan sampai peluru yang ditembakkan justru membahayakan warga sipil, apalagi korbannya adalah anak-anak sekolah,” tambahnya.

Ia berharap kejadian ini dapat segera ditangani dengan baik, korban mendapatkan penanganan maksimal, serta ada langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sebelumnya, Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sebanyak 119 personel terkait insiden tersebut.

Saat ini, proses hukum kasus itu telah diserahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Angkatan Laut Komando Daerah AL (Pomal Koarmada II). Pemeriksaan dipastikan berjalan secara transparan.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait