Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dolar AS hingga Rupiah Diborong Saat Ringgit Menguat

Ringgit menguat tajam dan memicu lonjakan permintaan dolar, rupiah, yen hingga baht di Malaysia. Money changer ramai karena warga memborong valuta

Karyawan menghitung uang di tempat penukaran uang di money Changer Valuta Artha Mas, Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta. (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Karyawan menghitung uang di tempat penukaran uang di money Changer Valuta Artha Mas, Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta. (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – Penguatan tajam ringgit Malaysia mendorong lonjakan permintaan terhadap berbagai mata uang asing di sejumlah pusat penukaran uang. Pembeli asal Malaysia memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan kurs lebih murah, sehingga aktivitas money changer meningkat signifikan.

Menurut laporan The Star, Presiden Asosiasi Layanan , Datuk Seri Jajakhan Kader Gani, menyebut beberapa mata uang yang paling diburu adalah yen Jepang, yuan China, baht Thailand, dong Vietnam, dan Indonesia. Mayoritas pembelinya merupakan wisatawan yang menyiapkan dana perjalanan, baik untuk penggunaan jangka pendek maupun disimpan untuk keperluan di masa mendatang.

“Para penukar uang melaporkan kenaikan volume transaksi sekitar 20%. Meski belum memiliki rencana perjalanan, masyarakat tetap membeli asing karena ringgit sedang berada di posisi kuat,” ujarnya.

Ia memprediksi tren ini akan terus berlanjut selama ringgit mempertahankan momentum menguatnya, terutama memasuki musim liburan. Dari sisi likuiditas, pelaku bisnis penukaran uang disebut terus menjaga kecukupan modal kerja dengan komposisi sekitar 70% mata uang asing dan 30% ringgit, menyesuaikan kondisi pasar.

Salah satu pusat perbelanjaan besar di Kuala Lumpur yang biasanya kedatangan sekitar 3.000 pelanggan per hari, kini mencatat kenaikan 10% hingga 20% sejak pernyataan terbaru Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim. Dalam sidang Dewan Rakyat, Anwar menyebut ringgit — diperdagangkan pada RM4,16 per AS — sebagai mata uang berkinerja terbaik di Asia saat ini.

Di Penang, kondisi serupa juga terjadi. memicu peningkatan transaksi pembelian dolar AS, baht Thailand, dan yen Jepang. Presiden Asosiasi Penukar Uang dan Perhiasan Muslim Penang, Datuk Anvar Hussain Rahumatullah, mengatakan kawasan heritage kembali ramai oleh warga yang ingin membeli valas selagi ringgit berada di posisi menguntungkan.

“Dengan ringgit yang menguat, masyarakat berbondong-bondong membeli , baht, dan yen ketika harganya turun. Ini momentum yang sudah lama ditunggu oleh banyak orang, sehingga kemungkinan besar trennya berlangsung dalam beberapa waktu ke depan,” jelasnya.

(Dra/nisantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait