Dishub Sumut Berlakukan Pembatasan di Berastagi, Danau Toba dan Lintas Timur
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumatera Utara (Sumut) Agustinus mengatakan bahwa berdasarkan surat keputusan bersama
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumatera Utara (Sumut) Agustinus mengatakan bahwa berdasarkan surat keputusan bersama akan diberlakukan pembatasan kendaraan truk ke lokasi wisata seperti Berastagi dan Danau Toba dalam rangka pengamanan arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Dia mengatakan surat ini keputusan ini antara Dishub Sumut, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut dan Balai Besar Jalan Nasional. Pembatasan ini, lanjutnya, berlaku sejak 5-16 April 2024.
"Untuk ruas jalan Medan-Berastagi dan ruas jalan Siantar-Parapat-Porsea. Kalau itu dilarang total nggak boleh lewat. Pembatasan total kecuali truk pengangkut logistik," katanya saat ditemui Nusantaraterkini.co di Terminal Amplas, Kota Medan, Sabtu (6/4/2024).
Agustinus mengatakan pemberlakukan pembatasan ini untuk mengurai kemacetan yang umumnya terjadi pada ruas jalan menuju lokasi destinasi wisata seperti Berastagi hingga Danau Toba. Selain itu, pihaknya juga telah memetakan titik ruas jalan yang berpotensi terkena dampak bencana alam.
"Kalau kemacetan umumnya daerah wisata, Medan, Berastagi, Siantar, Parapat. Sekaligus itu rawan longsor. Itu sudah kita petakan dan sudah kita surati untuk masing-masing kabupaten/kota minimal melakukan penanganan awal," ujarnya.
Agustinus menyebut selain itu pembatasan ini juga diberlakukan pada ruas jalan lintas timur Medan-Pekan Baru. Namun, pembatasan ini berlaku mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
"Selain itu, rawan macet di lintas timur tapi sekarang sudah mulai terurai karena sudah tol operasional ada fungsional ada operasional Medan-Tebing sampai ke Limapuluh itu kan sudah operasional yang Limapuluh-Kisaran sudah fungsional. Jadi kekhawatiran kita di lintas timur sudah berkurang," terangnya.
Agustinus mengatakan sejauh ini paling mengkhawatirkan pada gerbang keluar dan masuk tol. Hal ini terkait adanya penyempitan ke jalan nasional.
"Yang paling dikhawatirkan sekali lagi sekarang adalah di exit dan entry gate tol contoh di Kisaran, Simpang Katarina, sudah kita tinjau, karena ada penyempitan nanti ke jalan nasionalnya. Lalu Simpang Sinaksak itu exit dan entry gate yang rawan," pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan