DC Pinjol Tipu Ambulans dan Damkar di Sleman, Polisi Lacak Nomor Pelaku hingga Sumut
DC pinjol jebak ambulans dan damkar di Sleman. Polisi lacak nomor pelaku yang terdeteksi berada di Sumatera Utara.
Nusantaraterkini.co, SLEMAN - Kasus penipuan yang melibatkan debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) di Sleman terus didalami aparat kepolisian. Terbaru, nomor telepon yang digunakan pelaku terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara.
Kapolresta Sleman, Adhitya Panji Anom, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku.
“Penyelidikan masih berjalan, termasuk melacak nomor telepon yang digunakan, yang terindikasi berada di Sumatera Utara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Hingga kini, jajaran Satreskrim Polresta Sleman belum mengamankan pihak mana pun terkait kasus tersebut. Polisi memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan setelah ada hasil lanjutan.
Dalam proses penyelidikan, aparat juga telah meminta keterangan dari sopir ambulans, petugas pemadam kebakaran (damkar), serta sejumlah saksi.
Dari hasil penelusuran awal, diketahui bahwa laporan yang masuk ke call center damkar terkait permintaan evakuasi ular ternyata tidak benar alias fiktif. Petugas yang datang ke lokasi tidak menemukan adanya kejadian seperti yang dilaporkan.
Modus serupa juga dialami oleh sopir ambulans. Ia diminta menjemput seorang pasien di sebuah indekos di wilayah Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Namun, setelah tiba di lokasi, orang yang dimaksud ternyata sudah tidak tinggal di sana sejak tiga tahun lalu.
Kejadian tersebut diduga kuat merupakan akal-akalan debt collector pinjol untuk menagih utang kepada targetnya. Bahkan, saat dihubungi kembali, penelepon mengakui berasal dari pihak pinjol dan tetap bersikeras meminta petugas ambulans serta damkar membantu menagih utang kepada debitur.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) ini menimbulkan keprihatinan karena melibatkan layanan darurat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan, termasuk yang melibatkan penyalahgunaan layanan publik.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan