Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dari Lapak Cinde ke Keranjang Shopee, Racikan Bumbu Legendaris Hikmah Fajar Tembus Pasar Dunia lewat Toko Oren

Kisah sukses Bumbu Hikmah Fajar Palembang tembus pasar dunia di Shopee, bangkit dari kerugian hingga raih rating 5.0

Pelanggan setia Toko Hikmah Fajar yang sedang memilih bumbu cepat saji untuk di Check-out melalui Shopee, Selasa (25/8/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Pelanggan setia Toko Hikmah Fajar yang sedang memilih bumbu cepat saji untuk di Check-out melalui Shopee, Selasa (25/8/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Siapa sangka, berkat jemari yang telaten mengoperasikan toko daring di platform Shopee sejak Januari 2023 lalu, asal Palembang kini menjelma kekuatan kuliner lokal yang sukses mengguncang pasar internasional.

Produk UMKM lokal ini tak hanya sukses menguasai pasar nasional dengan pengiriman ke Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Lebih dari itu, racikan bumbu khasnya ini juga rutin dikirim ke mancanegara, membawa cita rasa rempah otentik Nusantara hingga ke meja makan konsumen di Amerika Serikat dan Australia.

Keperkasaan di ranah digital tak lepas dari performa gemilang toko daring mereka di Shopee. Memanfaatkan ekosistem platform yang solid di bawah nama akun "Bumbu Hikmah Fajar Palembang", lapak ini sukses bertransformasi menjadi etalase utama yang menghubungkan racikan lokal dengan jutaan pengguna Shopee di seluruh pelosok.

Kepercayaan pengguna Shopee pun terukir manis lewat ribuan kemasan bumbu yang ludes terjual di platform tersebut. Pencapaian ini kian mengagumkan setelah toko mereka dianugerahi rating sempurna 5.0/5.0 di Shopee. Ini merupakan sebuah bukti sahih, bahwa kualitas produk warisan ini mendapat tempat tertinggi di hati para pembeli Toko Oren.

Toko Hikmah Fajar Cabang Cinde yang berlokasi di Pasar Perumnas Sako Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Palembang. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Toko Hikmah Fajar Cabang Cinde yang berlokasi di Pasar Perumnas Sako Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Palembang. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Langkah berani merambah rimba e-commerce menjadi titik balik emas bagi Novia Ariani. Penerus generasi kedua Bumbu Hikmah Fajar ini, sebelumnya harus menelan pil pahit dan mengurut dada akibat ditipu pembeli nakal hingga merugi ratusan juta rupiah.

Pantang karam dalam kesedihan, Novia memilih bangkit dari puing kerugian dan nekat menaklukkan dunia digital, meski langkah awalnya harus meraba-raba karena gagap teknologi.

"Awalnya saya gaptek ya, tidak paham bagaimana cara jualan di Shoope. Tetapi saya belajar bersama putri saya Diva, sampai akhirnya bisa," ujar Novia saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Palembang, Selasa (25/8/2026).

Awal perjalanan di toko oren pada Januari 2023 lalu, memang tak langsung mulus. Roda penjualan sempat merayap pelan akibat belum banyak pasang mata yang mengenali lapak digitalnya. Namun, badai ledakan pesanan akhirnya pecah saat Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

"Awal-awal orang belum tau ada di Shopee masih lambat Mbak. Pas ketemu momen Lebaran orang udah banyak tau, jadi rata-rata beralih ke Shopee belinya," ungkap Novia dengan nada penuh syukur.

Kini, di hari-hari biasa saja pesanan meluncur deras bak air mengalir, stabil menembus 100 hingga 200 kemasan per hari. Kehadiran racikan UMKM ini di Shopee pun makin berkibar dan viral berkat gempuran promosi para affiliate yang rajin memamerkan produknya di sesi live streaming.

"Belum Mbak (live sendiri), tapi banyak dari affiliate yang live produk kami, meskipun biasanya digabung sama produk lain," katanya.

Ke depan, taring pemasaran digital Hikmah Fajar bakal makin tajam. Seiring sang putri, Divia, yang segera menyandang gelar sarjana. Seluruh kemudi digital marketing hingga rencana menggelar live Shopee secara mandiri, akan diserahkan penuh ke tangannya untuk digarap lebih agresif.

Anak pemilik Toko Hikmah Fajar, Divia saat memegang beberapa contoh kemasan bumbu siap saji. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Di balik riuhnya transaksi, Novia mengaku ekosistem digital Shopee menjadi penyelamat dan pendorong utama kemajuan bisnisnya, walau ia tetap menitip asa agar beban potongan biaya bagi para pejuang UMKM dapat sedikit dipertimbangkan.

"Terbantu banget Mbak setelah memasukkan produk kami ke Shopee. Dan sejauh ini nggak ada kendala, cuma memang dari potongan dan biaya-biaya aja yang agak sedikit memberatkan. Jadi kalau bisa biaya-biaya dari Shopee-nya dikurangi," tuturnya.

Sihir kepraktisan belanja daring ini menjadi jembatan penawar rindu yang ampuh bagi para perantau Nusantara maupun warga lokal di belahan bumi lain yang mengidamkan rasa otentik .

"Hampir tiga bulan sekali konsumen asal Amerika beli bumbu kami. Ada juga yang beli bumbu kami untuk oleh-oleh keluarga," imbuhnya.

Tinta emas keberhasilan di dunia maya ini berjalan megah bersandingan dengan ekspansi luringnya. Tak puas hanya menguasai pasar digital, pada 2023 Bumbu Hikmah Fajar resmi mengepakan sayapnya menembus jaringan ritel modern, bertengger anggun di rak-rak supermarket terkemuka se-antero Palembang.

Kunci utama magis Bumbu Hikmah Fajar di pasar online terletak pada autentisitas (keaslian) cita rasanya yang tak tergoyahkan. Produk ini menghadirkan berbagai macam pilihan racikan, yang beberapa di antaranya merupakan mahakarya bumbu legendaris khas Sumsel.

Seluruh kelezatan magis tersebut dikemas praktis dalam 16 varian rasa siap saji. Mulai dari rendang, pindang, malbi, opor, sop, ayam goreng, soto, hingga tekwan dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni berkisar Rp13.000 hingga Rp38.000 per kemasan.

16 varian rasa bumbu rempah siap saji Hikmah Fajar yang telah menggunakan kemasan baru dan siap dipasarkan. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Semula, Askar dan Uni Cinde hanya menggantungkan nasib dari jualan kelapa parut. Namun, melihat denyut usahanya merayap lambat di tengah laris manisnya lapak tetangga yang menjual cabai giling dan bumbu, keberanian mereka teruji untuk memutar kemudi bisnis.

Keputusan beralih menjual cabai giling menjadi batu pijakan pertama yang manis. Tak berpuas diri, mereka lantas mendedikasikan waktu hingga 1 sampai 3 tahun penuh untuk bereksperimen (meriset) dan meracik formula bumbu instan murni tanpa bahan pengawet demi melahirkan satu kelezatan tiada tanding yang sanggup menaklukkan lidah siapapun yang mencicipinya.

Kelezatan racikan ajaib ini begitu melegenda hingga aromanya memikat raksasa kuliner. Formula buatan mereka, bahkan dipercaya dan menjadi rahasia dapur Rumah Makan Pagi Sore meski dipasok khusus lewat racikan istimewa yang berbeda dari varian kemasan Hikmah Fajar.

Kini, ketika tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan Novia Ariani menjaga keutuhan resep rahasia dan cita rasa warisan almarhum orang tuanya, menjadi sebuah sumpah sakral yang terus dirawat dengan sepenuh hati.

"Semua bumbu diracik sendiri tanpa bahan pengawet. Bahan-bahan yang digunakan alami dan berkualitas terbaik, komposisinya ditakar dengan sangat teliti agar rasanya konsisten tidak berubah dari almarhum orang tuanya," jelasnya.

Salah seorang pekerja Toko Hikmah Fajar yang sedang mengolah bahan untuk dijadikan bumbu siap saji. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Kepopuleran Bumbu Hikmah Fajar hari ini bukanlah hasil keajaiban semalam, melainkan mahakarya yang dipahat dari fondasi sejarah dan perasan keringat selama puluhan tahun. Langkah awal imperium rempah ini bermula pada 1975, di bawah petak lapak sederhana milik pasangan suami istri tersebut di riuhnya Pasar Cinde, Palembang.

Penjualan yang kian meluas mendorong Novia membuka cabang di Pasar Cinde, Pasar Perumnas Sako, dan Pasar Lemabang. Liku perjalanan bisnis juga sempat dirasakan Novia saat memperbarui kemasan menjadi lebih modern pada 2016.

Langkah itu juga sempat memicu penurunan omzet, karena pelanggan setia takut aromanya berubah. Sehingga, Novia harus menyandingkan kemasan lama dan baru secara bertahap hingga konsumen paham jika rasanya tidak akan pernah berubah meski adanya pembaharuan kemasan.

Ketangguhan melewati ujian inovasi kemasan, penipuan ratusan juta rupiah, hingga keberanian bertransformasi ke dunia digital membuktikan bahwa Bumbu Hikmah Fajar bukan sekadar usaha kuliner biasa, melainkan bukti ketangguhan UMKM lokal dan warisan tradisi Palembang yang sanggup melintasi zaman.

Seorang pelanggan yang sedang membeli beberapa kemasan bumbu siap saji di Toko Hikmah Fajar Cabang Cinde yang berlokasi di Pasar Perumnas Sako Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Palembang. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Menatap langkah ke depan, dirinya berharap usaha yang diwariskan dari keringat orang tuanya ini dapat terus bertahan, berkembang makin luas melalui genggaman generasi muda, serta konsisten membawa kelezatan rempah asli Palembang ke seluruh pelosok Nusantara hingga makin kokoh di panggung dunia.

Langkah cerdas Bumbu Hikmah Fajar merambah rimba digital mendapat sambutan hangat dari pemangku kebijakan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menilai transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan cadangan, melainkan kompas utama agar armada UMKM lokal sanggup melaju kencang dan menembus batas wilayah.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, Mega Nugraha menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal lompatan teknologi para pejuang ekonomi lokal ini.

"Kalau soal dukungan, pastinya sangat mendukung sekali, Mbak. Pemerintah, termasuk di tingkat daerah, melihat digitalisasi ini sebagai kunci utama agar UMKM kita bisa gerak lebih cepat, jangkauan pasarnya makin luas, dan pastinya bisa naik kelas," tegasnya.

Salah seorang pekerja yang sedang melakukan pengemasan bumbu siap saji Hikmah Fajar. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Demi merobohkan tembok kegagapan teknologi, berbagai program edukasi masif dan amunisi pelatihan terus disuntikkan secara berkala kepada para pelaku usaha.

"Makanya, berbagai program pelatihan mulai dari cara onboarding ke marketplace, pelatihan foto produk pakai HP, sampai edukasi soal keuangan digital terus kita dorong dan fasilitasi. Tujuannya supaya pelaku usaha kita benar-benar siap dan enggak gagap teknologi pas masuk ke ekosistem digital," tambahnya.

Tak bergerak sendirian, dinas terkait juga menggandeng raksasa-raksasa platform e-commerce tanah air demi menciptakan sinergi kolaborasi yang kian kokoh.

"Iya, kita biasanya kolaborasi sama platform itu sendiri seperti Shopee dan lainnya. Melalui edukasi ini, diharapkan para pelaku usaha mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya," ungkap dia.

Akun Shopee milik Hikmah Fajar Palembang. (Foto: istimewa)

Sokongan bagi daya jelajah UMKM lokal untuk makin mengepakkan sayapnya juga mengalir deras dari penyedia ekosistem digital itu sendiri. Pihak platform menyadari betul bahwa gairah ekonomi daerah merupakan fondasi utama yang menyokong ketahanan ekonomi nasional di era modern.

Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita menyebut jika pelaku usaha lokal memegang peranan yang sangat krusial dalam menggerakkan roda ekonomi digital Indonesia agar terus berputar kencang.

"Kami percaya bahwa UMKM dan produk lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Shopee terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi, program, dan fitur yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan," terangnya.

Guna memuluskan jalan tersebut, karpet merah menuju pasar internasional terus digelar melalui rangkaian program pendampingan yang terstruktur. Langkah strategis ini dirancang untuk mengikis keraguan para pelaku usaha daerah, sehingga produk-produk lokal tak hanya berjaya di negeri sendiri tetapi juga mampu bersaing secara elegan di panggung global.

"Melalui inisiatif dan program UMKM seperti Kampus UMKM Shopee dan Program Ekspor Shopee, kami ingin membuka lebih banyak akses, peluang, dan dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar yang lebih luas," tambahnya.

Selain itu, dampak nyata dari hadirnya jembatan digital ini dibeberkan secara terperinci oleh Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang. Sejak digulirkan pada 2019 hingga catatan per Desember 2025, Program Ekspor Shopee terbukti menjelma menjadi armada raksasa yang telah menembus batas-batas negara.

Program ini sukses menerbangkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin—dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina bertengger sebagai tiga destinasi ekspor teratas.

"Sejak diluncurkan pada tahun 2019, Program Ekspor Shopee telah sukses memasarkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal ke berbagai negara. Melalui sinergi bersama pemerintah dan mitra strategis, kami terus berupaya untuk membuka akses pasar global," jelasnya.

Berbagai macam bahan rempah untuk dijadikan bumbu siap saji khas Hikmah Fajar. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Tak berhenti pada fasilitas pengiriman semata, inovasi untuk memberi kendali penuh kepada para penjual juga terus dimatangkan. Peluncuran Program Ekspor Shopee FLEXI pada Juli 2025 menjadi bukti komitmen dalam memberikan kebebasan bagi pejuang UMKM untuk merancang sendiri taktik pemasaran toko ekspor mereka sesuai dengan karakteristik pasar sasaran.

"Inisiatif ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi para Penjual untuk mengatur sendiri strategi pemasaran toko ekspor mereka. Melalui rangkaian langkah strategis ini, Shopee berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM Indonesia," paparnya.

Di sisi lain, penguatan fondasi kapasitas internal pelaku usaha juga menjadi perhatian utama yang tak kalah penting. Melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online, tembok pembatas geografis diruntuhkan sehingga para pemilik usaha di berbagai pelosok daerah dapat menyerap ilmu bisnis digital secara cuma-cuma dan fleksibel langsung dari genggaman ponsel mereka.

"Kami percaya bahwa setiap pengusaha UMKM berhak mendapatkan akses yang sama untuk belajar dan berkembang. Karena itu, melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online, kami menghadirkan berbagai pelatihan yang dapat diakses secara fleksibel dari mana saja," lanjutnya.

Kemudahan akses materi pelatihan ini diharapkan menjadi amunisi berharga bagi pejuang UMKM lokal agar makin mahir menavigasi tokonya di pasar digital. Pelaku usaha dapat dengan mudah menemukan program edukasi tersebut cukup dengan mengetikkan kata kunci di kolom pencarian aplikasi Shopee.

"Harapannya, program ini dapat menjadi bekal bagi UMKM untuk terus bertumbuh, beradaptasi dengan perkembangan pasar, dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal," harapnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru