Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dari Balik Jeruji, Suara Al-Qur’an Menggema: Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Buka MTQ Helvetia ke-59

Warga binaan Lapas Kelas I Medan bacakan Al-Qur’an saat pembukaan MTQ Helvetia ke-59, bukti pembinaan spiritual berjalan nyata.

WBP Lapas Kelas I Medan saat tengah mengikuti MTQ tingkat Kecamatan Helvetia Ke-59, Sabtu (7/2/2026) siang. (foto : istimewa)
WBP Lapas Kelas I Medan saat tengah mengikuti MTQ tingkat Kecamatan Helvetia Ke-59, Sabtu (7/2/2026) siang. (foto : istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Lembaga (Lapas) Kelas I Medan hadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Helvetia ke-59 Tahun 2026 M/1447 H yang digelar di Masjid Asy-Syakirin, Sabtu (7/2/2026). Tak sekadar hadir, Lapas Kelas I Medan mencatatkan momen penuh makna ketika seorang dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an pada rangkaian pembukaan MTQ. 

tersebut merupakan terpidana dengan vonis berat yang tengah menjalani pidana tingkat akhir, namun mampu menunjukkan kedalaman spiritual dan kematangan iman melalui lantunan ayat suci yang menggema khidmat di hadapan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menyentuh aspek terdalam manusia tanpa memandang latar belakang perkara. Dari balik tembok , nilai-nilai keimanan tetap tumbuh dan memberi harapan.

Acara pembukaan berlangsung khusyuk dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Helvetia. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Warga Binaan Lapas Kelas I Medan.

Camat , Junedi, selaku pengundang kegiatan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Lapas Kelas I Medan. Ia menilai keikutsertaan warga binaan dalam pembukaan MTQ menjadi bukti keberhasilan dan pesan kuat tentang nilai kemanusiaan.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana membangun iman dan kebersamaan. Kehadiran warga binaan hari ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dan memberi ruang bagi perubahan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Medan diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kepala Seksi Keamanan, serta jajaran staf Kamtib, Pengamanan, dan Bimkemas.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama pembentukan karakter warga binaan.

“Bagi siapa pun, termasuk warga binaan dengan hukuman terberat sekalipun, pintu perubahan dan perbaikan diri tidak pernah tertutup,” tegasnya.

Melalui momentum MTQ ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang menumbuhkan iman, akhlak, dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru