Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cegah Krisis Identitas Budaya, Wali Kota Medan Rico Waas Gagas 15 Menit Bahasa Daerah di Sekolah

Wali Kota Medan Rico Waas menggagas pembiasaan bahasa daerah 15 menit setiap hari di sekolah untuk menjaga identitas dan budaya generasi muda.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan di Balai Kota, Jumat (11/9/2026).(foto: diskominfo medan)
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan di Balai Kota, Jumat (11/9/2026).(foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN – Pemerintah Kota Medan menyiapkan langkah konkret untuk membentengi dari krisis . Salah satu terobosan yang digagas yakni mewajibkan pembiasaan selama 15 menit setiap hari di Dasar () dan Sekolah Menengah Pertama () sebelum jam pelajaran dimulai.

​Gagasan tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan di Balai Kota, Jumat (11/9/2026).

​Selain program di sekolah, juga berencana menyulap gelaran (CFN) di kawasan bersejarah menjadi pusat panggung malam .

​"Kita jangan sampai kehilangan identitas. Budaya harus terus dilestarikan dan kita harus bangga dengan warisan tradisi kita,” kata Rico Waas yang didampingi Kadis dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution serta Kadis Pariwisata M Odi Anggia Batubara.

​Dalam pertemuan tersebut, Rico mendorong Forkala tidak hanya fokus pada agenda kepengurusan rutin, melainkan berani merangkul anak muda dengan memicu lahirnya wadah "Forkala Muda".

​Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan perkembangan zaman yang membuat sebagian generasi milenial dan Gen Z mulai acuh terhadap tradisi lokal.

​"Cukup 15 menit setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai sebagai pembiasaan konsisten," ujar .

​Ia menambahkan, penguatan identitas kota juga harus ditunjukkan lewat ruang publik yang interaktif.

​"Saya ingin mengonsepkan area itu sebagai malam yang menyajikan pertunjukan seni, kuliner khas adat, hingga permainan olahraga tradisional interaktif bagi pengunjung," kata Rico Waas.

​Rico mengingatkan, keberadaan lembaga adat harus relevan dengan dinamika anak muda masa kini agar warisan leluhur tidak terputus.

​“Tantangan masa kini sangat berbeda. Banyak anak muda yang mulai apatis terhadap budayanya. Di sinilah peran penting Forkala untuk merangkul dan menciptakan Forkala muda agar kita tidak kehilangan identitas,” tegas Rico Waas.

​Menanggapi arahan tersebut, Ketua Forkala Kota Medan Dato Seri Adil Freddy Haberham menyambut positif wacana pembentukan wadah pemuda pegiat budaya.

​Jelang akhir masa bakti kepengurusan pada 6 Oktober 2026 mendatang, Forkala telah mencatatkan sejumlah peninggalan program. "Mulai dari pementasan seni, penyusunan usulan kurikulum kebudayaan, penerbitan buku, hingga partisipasi pada Festival Keraton Nusantara," ujarnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru