Cegah Kerusakan Lingkungan, DPR Desak Tambang Batu Bara Terapkan Teknologi Hijau
DPR mendesak perusahaan tambang batu bara menerapkan teknologi hijau dan prinsip ESG untuk mencegah kerusakan lingkungan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Aktivitas pertambangan dinilai tetap memiliki risiko besar terhadap lingkungan dan sosial meskipun sektor ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional maupun daerah.
Karena itu, perusahaan tambang, khususnya tambang batu bara di Kalimantan Timur, didorong untuk mengadopsi teknologi modern guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tambang berskala besar harus bertransformasi dengan menerapkan teknologi yang lebih maju dan ramah lingkungan.
"Perusahaan-perusahaan ini sudah lama dan besar, kaidah-kaidah teknologi modern harus diterapkan dan sangat peduli dengan green economy, akan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan itu," ujar Sartono, Selasa (30/6/2026).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, praktik pertambangan yang masih mengandalkan metode konvensional berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih besar, mulai dari kerusakan lahan hingga meningkatnya risiko bencana alam.
"Di era sekarang kalau masih gunakan cara-cara yang konvensional, pasti akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap lingkungan," kata Sartono.
Sartono menekankan bahwa setiap perusahaan tambang wajib menerapkan prinsip Good Mining Practice serta Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh proses operasional. Menurutnya, pengelolaan tambang harus dilakukan secara aman, efisien, dan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Legislator dapil Jatim ini juga menyoroti pentingnya koordinasi yang kuat antara perusahaan tambang, pemerintah daerah, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam setiap tahapan eksplorasi maupun pengelolaan tambang.
Menurut Sartono, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mampu mengantisipasi potensi dampak terhadap lingkungan.
"Tentu bisa di mitigasi tentang hal tersebut, direncanakan dengan matang. Tentu koordinasi aparat terkait," pungkas Sartono.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·11 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
SUMSELKinerja Penyerapan Tinggi, Menteri PKP Setujui Tambahan 3.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sumsel
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWATragis! Pria 64 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Kertapati Palembang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALPutra Mahkota Arab Saudi: Dunia Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAOle Romeny Ungkap Duel Kontra Bangladesh Jadi Laga Paling Emosional Sepanjang Kariernya
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan