Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Capaian Vaksinasi PMK Tahap II di Sumsel Tembus 67,46 Persen, Target Rampung September 2026

Vaksinasi PMK tahap II di Sumsel capai 67,46%. DKPP targetkan sisa dosis rampung September 2026 ini

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi menyampaikan vaksinasi PMK tahap II telah mencapai 67,46 persen dari target 21.000 dosis, Rabu (9/9/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi menyampaikan vaksinasi PMK tahap II telah mencapai 67,46 persen dari target 21.000 dosis, Rabu (9/9/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel menyampaikan vaksinasi (PMK) tahap II telah mencapai 67,46 persen dari target 21.000 dosis, Rabu (9/9/2026).

Kepala Ruzuan Effendi menyebut, pihaknya menargetkan seluruh vaksinasi tersebut rampung pada September 2026.

“Kalau bisa sih September ini semuanya selesai, karena ada beberapa kabupaten sudah, ada 4 kabupaten yang sudah 100 persen,” ujar Ruzuan via telepon.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong petugas di lapangan mempercepat vaksinasi, khususnya di daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Dari target 21.000 dosis tersebut, masih terdapat 6.832 dosis atau 32,54 persen yang harus diberikan kepada hewan ternak sasaran,” katanya.

Sejumlah daerah telah menyelesaikan tahap II yakni, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu (OKU), Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Muara Enim masing-masing telah mencapai 100 persen.

Capaian berikutnya tercatat di Empat Lawang sebesar 83 persen. Sementara Palembang dan Lubuk Linggau masing-masing mencapai 80 persen, sedangkan Ogan Komering Ilir (OKI) telah mencapai 76,52 persen.

Adapun Prabumulih mencatat capaian 60 persen, Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 56,7 persen, Ogan Ilir 45,35 persen, Musi Banyuasin 23,33 persen, dan Banyuasin 20 persen.

Perbedaan capaian antarwilayah menjadi perhatian . Petugas di daerah yang realisasinya masih rendah didorong lebih aktif melakukan vaksinasi agar jumlah dosis yang tersisa dapat segera diberikan.

Kendati demikian, dalam pelaksanaan tahap II, DKPP Sumsel juga belum menerima laporan adanya peternak yang menolak pemberian vaksin.

Ia menjelaskan jika vaksinasi merupakan langkah pencegahan untuk memberikan perlindungan terhadap hewan ternak sekaligus membantu memutus mata rantai penyebaran virus PMK.

Menurutnya, hewan yang terlihat sehat tetap perlu mendapatkan vaksinasi karena masih berpotensi menjadi bagian dari penyebaran virus apabila tidak memiliki perlindungan yang memadai.

“Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia sebagai salah satu faktor yang masih mungkin,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait