Bayer Luncurkan Camalus di Sumatera Utara: Insektisida Sistemik Ganda Pertama untuk Dongkrak Hortikultura Nasional
Bayer meluncurkan Camalus di Sumut, insektisida sistemik ganda pertama untuk meningkatkan produktivitas hortikultura Indonesia.
Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN — Perusahaan life science global, Bayer, resmi meluncurkan Camalus, sebuah inovasi insektisida generasi terbaru yang dirancang khusus untuk memacu produktivitas petani hortikultura di Indonesia. Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara ketiga di dunia yang memperkenalkan teknologi ini setelah India dan Filipina.
Peluncuran yang digelar di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026) ini dihadiri oleh 350 petani setempat. Wilayah Sumatera Utara dipilih secara strategis mengingat provinsi ini merupakan produsen cabai besar terbesar ketiga di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 12,53% atau sebesar 214,87 ribu ton pada tahun 2025.
Camalus hadir sebagai solusi mutakhir karena menjadi insektisida pertama yang dibekali kemampuan mengendalikan hama pengunyah (chewing) sekaligus penghisap (sucking) dalam satu kali pengaplikasian. Lewat inovasi ini, petani tidak lagi perlu mencampur dua jenis insektisida berbeda, sehingga mampu menekan biaya produksi dan menyelamatkan hasil panen secara signifikan.
Subsektor hortikultura merupakan prioritas nasional yang mencatatkan pertumbuhan 3,85% pada triwulan IV 2025 (yoy). Pemerintah juga gencar mendorong hilirisasi lewat ekspor yang melonjak hingga 49% di semester I 2025. Namun, serangan hama endemik seperti ulat daun kubis (Plutella xylostella) masih menjadi momok yang berisiko memicu gagal panen total antara 50 hingga 100 persen.
Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo, menjelaskan, kehadiran produk ini merupakan jawaban atas kendala yang dihadapi para petani di lapangan.
“Tantangan yang dihadapi petani hortikultura semakin kompleks karena hama pengunyah dan penghisap (hama ulat, pengorok daun, kutu kebul, kutu daun, thrips) umumnya menyerang bersamaan. Untuk mengatasinya, petani mencampur dua jenis insektisida berbeda dalam satu siklus tanam," ujarnya.
Camalus dari Bayer, sebut Kukuh, menjawab kesenjangan kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi dalam budidaya tanaman hortikultura. Bayer juga memastikan setiap solusi yang kami hadirkan, termasuk Camalus, telah melalui proses riset dan adaptasi yang matang terhadap kondisi agroekologi Indonesia, termasuk tekanan hama spesifik yang dihadapi petani hortikultura di Indonesia.
Formulasi Dua Bahan Aktif dan Riset Selama 10 Tahun
Produk premium ini melewati proses riset dan pengembangan (R&D) yang panjang selama hampir 10 tahun, termasuk pengujian intensif di pusat riset Bayer JUARA di Klaten guna memastikan performanya dalam melawan resistensi hama.
Berikut adalah sejumlah keunggulan utama dari teknologi Camalus:
-Dual Mode of Action: Menggabungkan dua bahan aktif, Tetraniliprole dan Spirotetramat, dalam satu formulasi tunggal.
-Sistemik Dua Arah: Mampu bergerak secara akropetal dan basipetal di dalam jaringan tanaman, memberikan perlindungan menyeluruh pada tunas baru, daun, batang, hingga buah.
-Dilengkapi Sistem Perekat: Membantu durasi pengendalian hama bertahan lebih lama, bahkan tidak mudah tercuci oleh air hujan.
-Ramah Lingkungan: Kompatibel dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) karena efektif pada dosis rendah dan selektif sehingga minim dampak bagi predator alami.
-Teknologi ini efektif melindungi berbagai komoditas andalan seperti cabai, tomat, kubis, bawang merah, kentang, semangka, jeruk, hingga mangga.
Perluasan Distribusi
Bayer berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan agar teknologi pertanian ini mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono, menekankan pentingnya aksesibilitas produk bagi kesejahteraan petani.
“Tak berhenti pada komitmen berinovasi, ketersediaan dan kemudahan akses terhadap teknologi pertanian juga menjadi prioritas Bayer. Karenanya, kami memastikan agar Camalus hadir dekat dengan keseharian petani, baik dari sisi ketersediaan maupun kemudahan akses. Dengan demikian, semakin banyak petani hortikultura Indonesia yang bisa merasakan manfaat insektisida generasi baru Bayer dan pada akhirnya turut mendorong peningkatan kesejahteraan mereka," tegas Krisna.
Sepanjang tahun 2026, Bayer akan memperluas jaringan distribusi produk ini ke 13 provinsi utama di Indonesia, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.
"Camalus kini sudah mulai dipasarkan secara bertahap dalam kemasan co-pack ukuran 100ml melalui jaringan kios tani resmi serta Better Life Farming Center (BLFC). Petani juga bisa berkonsultasi langsung mengenai dosis aplikasi yang aman kepada tim agronomis Bayer di lapangan," pungkasnya.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan