Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Baliho Ridha-Rani Dirusak, Tim Pemenangan: Adanya Tindakan Premanisme

Kejadian tersebut mereka soroti sebagai tindakan premanisme yang bisa merusak tatanan demokrasi

Salah satu alat peraga kampanye Ridha-Rani yang kedapatan dirusak. (Foto: Istimewa
Salah satu alat peraga kampanye Ridha-Rani yang kedapatan dirusak. (Foto: Istimewa
A A

, MEDAN - Tim pemenangan Paslon Walikota Medan nomor urut 2, Ridha Dharmajaya-Abdul Rani mengungkapkan adanya perusakan dan penghilangan puluhan (APK) mereka yang terjadi di 21 kecamatan se-Kota Medan.

Kejadian tersebut mereka soroti sebagai tindakan premanisme yang bisa merusak tatanan demokrasi.

Ketua Harian Tim Pemenangan, Hendra DS, menjelaskan perusakan beberapa besar dan spanduk kecil yang dipasang oleh pihak kampanye ditemukan rusak, bahkan sebagian hilang, dengan cara mengoyak-ngoyak dan dibuang ke parit.

“Tidak hanya dirusak, banyak APK yang hilang begitu saja. Kami merasa sangat prihatin dengan adanya tindakan semacam ini, apalagi hal ini terjadi di banyak tempat,” katanya.

Menurut Hendra, tim pemenangan sempat menerima pesan singkat yang memperingatkan bahwa APK mereka akan dirusak. Awalnya, mereka tidak percaya dengan informasi tersebut, namun kenyataan membuktikan hal tersebut terjadi di beberapa lokasi.

Bahkan, sejumlah APK yang difasilitasi oleh KPU pun mengalami kerusakan yang sama.

“Kami akan menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan dan kehilangan APK ini. Kami juga khawatir ini adalah bagian dari strategi kotor untuk memenangkan calon lain dengan cara curang,” tambahnya.

Ridha Dharmajaya, calon Walikota yang diusung pasangan ini, menyampaikan rasa menyesalnya atas kejadian tersebut. Meskipun begitu, ia yakin perusakan ini justru akan membuka mata masyarakat tentang pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan cara-cara yang tidak sah demi memenangkan kontestasi ini.

“Saya yakin, masyarakat Medan semakin sadar akan siapa yang berkompetisi dengan cara yang benar dan siapa yang tidak. Kami tetap semangat untuk terus berjuang demi Medan yang lebih baik,” ujarnya.

Tim pemenangan juga menduga bahwa oknum yang terlibat dalam perusakan ini berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, dengan dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu seperti kepala lingkungan (Kepling) dan jajaran kecamatan.

Mereka pun bertekad untuk terus mengusut kasus ini demi menjaga proses demokrasi yang jujur dan adil di Kota Medan.

(Cw9/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru