Baju Oholu Pakaian para Raja di Nias Selatan Dipamerkan di Paviliun Pemkab Nisel
Baju Oholu merupakan pakaian adat Kabupaten Nias Selatan yang bias digunakan laki-laki, sedangkan Oroba Si’oli merupakan baju adat yang biasa
Nusataraterkini.co, MEDAN - Baju Oholu merupakan pakaian adat Kabupaten Nias Selatan yang bias digunakan laki-laki, sedangkan Oroba Si’oli merupakan baju adat yang biasa digunakan perempuan.
Di mana baju ini merupakan simbol kejayaan bangsawan. Baju Oholo untuk pria berbentuk rompi tanpa lengan dan hal itu dikarenakan untuk mendukung tradisi lompat batu, sedangakan busana perempuan berbentuk persegi dengan motif geometris Ni’omolaso.
Baju adat budaya masyarakat Nias Selatan ini masih terus eksis di tengah kemajuan zaman. Hal itu terlihat pada pagelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, Paviliun Pemkab Nias Selatan (Nisel) memajangkan baju Oholu sebagai daya tarik dari budaya mereka.
Di mana baju Oholu ini tidak berwarna, sepintas baju ini terlihat sedikit aneh. Namun siapa menyangka, kalau baju Oholu ini adalah baju kebesaran masyarakat Nias pada ratusan tahun lalu.
"Kalau dahulu kala, baju ini dipakai para raja-raja di Nias Selatan," kata staf Pavilliun Kabupaten Nisel Keszia Zebua, Kamis (23/7/2026) malam.
Wanita yang akrab disapa Keszia ini menjelaskan, baju Oholu terbuat dari bahan rotan maupun kayu. Cara membuatnya pun unik, dipukul-pukul.
Mengenai kenapa dipukul-pukul untuk membuatnya, Keszia menjelaskan dikarenakan untuk menghilangkan serat kayu atau rotan yang ada di bahan dasar pembuatan baju tersebut.
“Baju Oholu ini tidak dijahit dengan benang. Namun ketahanan baju ini bisa sampai bertahun bahkan sampai ratusan tahun, tergantung perawatannya,” terangnya.
Ia menjelaskan, zaman dulu, masyarakat Nisel untuk membuat baju tidak mengenal benang. Karena, sambungnya, Nisel memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, para leluhur memanfaatkan potensi kayu atau rotan untuk membuat segala kebutuhan rumah tanga, termasuk baju.
"Kalau tidak biasa memakainya memang kurang nyaman, karena keras. Tapi masih ada juga yang memakainya," ujarnya.
Untuk saat ini, baju Oholu masih terus dipakai untuk pertunjukkan tari-tarian adat di Nias Selatan. Itu semua tak lain untuk menjaga kelestarian Baju Oholu.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan