Australia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Keimigrasian Melalui Program Peer Learning
Program Peer Learning ini merupakan langkah selanjutnya dalam membangun kemitraan imigrasi yang telah berlangsung lama antara kedua negara
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia dan Departemen Dalam Negeri Australia meluncurkan Program Peer Learning Australia-Indonesia yang akan dimulai pada Juni 2025.
Peluncuran program ini dihadiri oleh Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Direktur Kerja Sama Internasional Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia Arief Munandar, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Anggiat Napitupulu, dan para pemangku kepentingan utama dari Indonesia dan Australia.
Dalam peluncuran tersebut, Wakil Duta Besar Gita Kamath menggarisbawahi pentingnya kemitraan ini dalam mengatasi tantangan imigrasi dan keamanan perbatasan.
Baca Juga: Dubes Jerman Audensi dengan Menteri Imipas Agus Andrianto, Apresiasi Layanan Imigrasi RI
First Assistant Secretary Departemen Dalam Negeri Australia Joe Feld yang turut hadir menyoroti potensi program ini untuk memperdalam hubungan yang membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang.
“nusantaraterkini.co/tag/program-peer-learning" class="article-tag-link" rel="tag">Program Peer Learning ini merupakan langkah selanjutnya dalam membangun kemitraan imigrasi yang telah berlangsung lama antara kedua negara,” ujar Wakil Duta Besar Kamath.
Baca Juga: Sambil Jalan Santai, CFD jadi Panggung Imigrasi Mengedukasi Keimigrasian
“Inisiatif ini akan memperkuat kemampuan kita untuk mengatasi tantangan bersama dalam manajemen perbatasan dan migrasi ilegal," sambungnya.
Program Peer Learning ini akan mempertemukan para ahli dari Australia dan Indonesia untuk berbagi pengetahuan, keahlian, dan pengalaman dalam manajemen perbatasan, mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang sistem dan proses dari kedua belah pihak.
Selama 12 bulan, para peserta akan terlibat dalam pembelajaran kolaboratif, berbagi praktik terbaik, dan pemecahan masalah bersama melalui serangkaian kunjungan bilateral dan keterlibatan virtual.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 26 Kasus 3C dan 59 Aksi Premanisme
Herman Saleh Harahap·28 menit yang lalu -
NASIONALUsman Hamid Dukung Pengelolaan Lahan Gambut dan Magrove Cegah Karhutla
Herman Saleh Harahap·38 menit yang lalu -
NASIONALKemnaker Tekankan Peningkatan Standar Kompetensi Teknisi Ponsel
Herman Saleh Harahap·51 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Matangkan Lahan Proyek Pengolahan Sampah Listrik
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTBobby Nasution Ajak Perantau Minang Dorong Ekonomi Keumatan dan Industri Halal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANBulan Bakti Peternakan, Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies 2030
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·8 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan