Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

AS Kembali Gempur Iran Selatan, Trump Ultimatum Tehran: Selesaikan atau Kami Hancurkan

AS kembali menyerang Iran selatan dekat Selat Hormuz. Trump ultimatum Tehran di tengah memanasnya negosiasi damai kedua negara.

Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Stringer/REUTERS)
Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Stringer/REUTERS)
A A

Nusantaraterkini.co, AMERIKA SERIKAT — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Militer AS dilaporkan melancarkan serangan terbaru ke wilayah selatan Iran pada Kamis (28/5/2026), di tengah negosiasi damai Washington dan Tehran yang masih berjalan alot.

Media lokal Iran menyebutkan sedikitnya tiga ledakan keras terdengar di kawasan pelabuhan Bandar Abbas pada dini hari. Ledakan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah serangan sebelumnya yang juga menyasar wilayah strategis itu.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pasukan Komando Pusat AS berhasil menembak jatuh empat drone serang milik Iran di sekitar Selat Hormuz. Drone-drone itu disebut mengancam jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.

“Hari ini pasukan CENTCOM menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz,” ujar pejabat AS kepada AFP dengan syarat anonim.

Selain menghancurkan drone, militer AS juga disebut menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang diduga digunakan untuk mengoperasikan drone kelima.

Situasi memanas setelah Presiden AS kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan damai dengan Washington.

“Iran sebenarnya ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka belum sampai ke titik itu. Kami belum puas, namun kami akan mencapainya,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Trump kemudian menegaskan bahwa jika negosiasi gagal, AS siap mengambil langkah lebih besar terhadap Iran.

“Atau jika tidak, kami akan menyelesaikan semuanya sekaligus,” tegasnya.

Trump juga menolak kemungkinan Iran maupun Oman memiliki kendali terhadap Selat Hormuz, jalur laut vital bagi perdagangan minyak dunia.

“Selat itu harus terbuka untuk semua pihak. Itu adalah perairan internasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan internasional karena Oman selama ini dikenal sebagai mediator utama dalam proses dialog Iran dan AS.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memastikan militernya tetap dalam kondisi siaga penuh meski menilai peluang perang terbuka masih relatif kecil.

“Kemungkinan perang memang rendah karena kelemahan musuh, namun pasukan kami tetap siap dengan persediaan amunisi penuh,” kata pejabat Garda Revolusi Iran, Mohammad Akbarzadeh, seperti dikutip Tasnim.

(Dra/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait