Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Antara Zona Merah dan Perut Lapar: Warga Sukanalu Pilih Balik ke Kaki Sinabung

Antara Zona Merah dan Perut Lapar: Warga Sukanalu Pilih Balik ke Kaki Sinabung

A A

Nusantaraterkini.co Puluhan warga Desa Sukanalu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memilih untuk tetap bertahan dan kembali ke kampung halaman.

Warga memilih kembali ke wilayah tersebut meski telah ditetapkan sebagai zona merah erupsi Gunung dengan perluasan radius aman dari 3 kilometer menjadi 4 kilometer.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi rumah-rumah warga banyak yang terbengkalai dan ditinggal kosong.

Sisa warga yang bertahan saat ini hanya tinggal sekitar 40 kepala keluarga (KK) dari total sekitar 400 KK sebelum Gunung meletus.

Pemerintah sebelumnya telah memindahkan sebagian warga ke sejumlah daerah relokasi, seperti Siosar, Kacinambuh, Suka Nameri, hingga ke Jalan Jamin Ginting (Jalan Tembus).

Namun, banyak warga yang akhirnya memutuskan kembali ke Desa Sukanalu karena tempat relokasi yang disediakan pemerintah tidak memiliki lahan yang dapat dijadikan sebagai sumber pencaharian.

"Tahunnya kaung ikarena relokasi ke Siosar enggak ada lahannya. Kami pencar di mana-mana tiada dapat cari makan situ dia," ujar Ibu Meriah Sitepu, seorang warga pemilik kebun kentang, Jumat (21/8/2026).

Selain masalah ketiadaan lahan di tempat relokasi, warga juga mengeluhkan dampak abu vulkanik atau yang sering disebut "awan biru" yang merusak tanaman kentang mereka.

Kualitas kentang yang memburuk membuat harga jualnya jatuh, di mana pembeli hanya menawar sekitar Rp 8 ribu per kilogram dari harga normal sebelumnya yang bisa mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Akibat kepindahan sebagian besar warga secara permanen ke lokasi relokasi, struktur perangkat desa seperti RT dan RW di Desa Sukanalu juga ikut berpindah mengikuti warganya.

Kondisi ini membuat banyak ladang warga asli Sukanalu akhirnya dikontrakkan atau disewakan kepada orang dari luar desa dengan sistem kontrak tahunan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sukanalu, Rusli Sitepu, mengungkapkan bahwa masyarakat terpaksa kembali ke desa karena kesulitan mencari nafkah di tempat relokasi.

Menanggapi status zona merah dan aktivitas Gunung Sinabung, ia menuturkan bahwa warga biasanya mengamati tanda-tanda alam seperti turunnya hewan-hewan dari kawasan atas ketika gunung mulai panas.

Meski demikian, warga yang bertahan mengaku sudah pasrah dan terbiasa dengan kondisi tersebut demi menyambung hidup di tanah kelahiran sendiri.

(cv3/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait