Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: Peluang IHSG Bisa Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah bullish. IHSG sudah reli selama empat hari berturut. IHSG menguat 1,30% ke level 7.892,91.

Bagikan:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah bullish. IHSG sudah reli selama empat hari berturut. IHSG menguat 1,30% ke level 7.892,91.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah bullish. IHSG sudah reli selama empat hari berturut. IHSG menguat 1,30% ke level 7.892,91.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (13/8/2025) Indeks Harga Gabungan () tengah bullish. IHSG sudah reli selama empat hari berturut. IHSG menguat 1,30% ke level 7.892,91. 

Alhasil, kapitalisasi pasar atau market cap kembali mencapai rekor tertinggi baru di Rp 14.203 triliun.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat 101,214 Poin Bertengger ke Level 7.892,911 di perdagangan Rabu (13/8/2025)

Penguatan IHSG ditopang masuknya aliran dana investor asing dengan net buy senilai Rp 1,48 triliun. 

Bisa Pecah Rekor

Derasnya aliran dana investor asing dan sentimen positif membuka peluang IHSG untuk memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high baru dalam waktu dekat. 

Baca Juga : IHSG Melanjutkan Penguatan ke Level 7.853,51 di Awal Perdagangan Rabu (13/8/2025)

Head of Research Retail MNC Sekuritas MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saat ini, kemungkinan terjadinya all time high baru masih ada. Support IHSG berada di 7.760 dan resistance di 8.025. 

"Apabila IHSG mampu break 7.910 sebagai level all time high beberapa waktu, ada kemungkinan dan peluang bagi IHSG untuk menuju ke posisi 8.000," katanya.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG akan Berlanjut Menguat dengan Support 7.731 dan Resistance di 7.830 Hari Ini

Menurutnya, selain aliran dana dari investor asing pergerakan mayoritas bursa regional Asia yang menguat akibat gencatan senjata perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China juga menjadi sentimen positif tambahan.

Ambil contoh, indeks asal Jepang yakni Nikkei 225 ditutup menguat 1,30% pada Rabu (13/8). Penguatan juga terjadi di pasar Hong Kong, di mana indeks Hang Seng melonjak 2,58%. 

"Terbaru juga ada rilis data inflasi AS, di mana data inflasi Negeri Paman Sam itu cenderung stabil dan juga meningkatkan adanya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan," jelas Herditya.

Sentimen Pidato Nota Keuangan

Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas mencermati masih ada potensi IHSG melanjutkan penguatan hingga akhir pekan. Apalagi di 15 Agustus 2025 ini akan ada pidato nota keuangan dan RAPBN 2026. 

"Dari pidato tersebut investor akan memperoleh beberapa petunjuk terkait fokus dan program pemerintah di 2026. Ini yang bisa menjadi acuan investor dalam menyusun dan mengevaluasi portofolio kedepan," ucapnya.

Heru mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG gap up ke area resistance di 7.900 hingga 7.910. Hal ini didukung oleh indikator Stochastic dan MACD yang membentuk pola golden cross. 

"Kalau IHSG breakout di area resistance, maka IHSG berpeluang untuk mencetak rekor tertinggi baru pada level psikologi 8.000. Namun perlu waspada ada potensi profit taking menjelang akhir pekan," kata dia. 

Tags: #IHSG #saham
Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru