Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Melanjutkan Penguatan ke Level 7.853,51 di Awal Perdagangan Rabu (13/8/2025)

IHSG naik ke level 7.853,51 pada perdagangan pukul 09.02 WIB. Semua sektor menguat jadi penopang IHSG.

Bagikan:
IHSG naik ke level 7.853,51 pada perdagangan pukul 09.02 WIB. Semua sektor menguat jadi penopang IHSG.
IHSG naik ke level 7.853,51 pada perdagangan pukul 09.02 WIB. Semua sektor menguat jadi penopang IHSG.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (13/8/2025) () melanjutkan penguatan di pasar spot.

Berdasarkan data dari () via RTI, IHSG naik ke level 7.853,51 pada perdagangan pukul 09.02 WIB. Semua sektor menguat jadi penopang IHSG.

Baca Juga : IHSG Tercatat Melemah 0,06% Selama Sepekan Terakhir

Sektor yang naik paling tinggi antara lain teknologi 1,36%, disusul barang konsumer non primer 0,95%, barang baku 0,83%, keuangan 0,69%, energi 0,67% dan barang konsumer primer 0,56%.

Volume perdagangan di BEI pagi ini mencapai 1,78 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,04 triliun. Ada 285 saham yang naik, 107 saham yang melemah dan 208 saham yang stagnan.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menghijau Naik 43,20 Poin ke Level 7.533,38

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Bank Jago Tbk (ARTO) 3,64% ke Rp 2.280 per
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 2,52% ke Rp 3.260 per saham
3. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 1,44% ke Rp 2.820 per saham

Baca Juga : IHSG Naik 54,25 Poin Berada di Level 7.544,44 di Awal Perdagangan Jumat (8/8/2025) Pagi Ini

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 0,35% ke Rp 7.050 per saham
2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 0,33% ke Rp 22.475 per saham
3. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 0,30% ke Rp 8.350 per saham

Baca Juga : IHSG Melaju di Zona Naik 37,02 Poin ke Level 7.540,77 di Perdagangan Kamis (7/8/2025) Siang Ini

Analis Pasar: akan Berlanjut Menguat dengan Support 7.731 dan Resistance di 7.830 Hari Ini

Pada akhir perdagangan Selasa (12/8/2025) (IHSG) melesat 2,44% ke level 7.791,70 di pasar spot.

Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, penguatan IHSG didorong seluruh sektor saham, khususnya teknologi dan perbankan yang masing-masing menguat 5,52% dan 2,91%.

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 13,56 Poin ke Level 7.490,18 di Akhir Perdagangan Kamis (7/8/2025)

Selain itu, kembalinya dana asing juga turut mempengaruhi penguatan IHSG. Tercatat, net buy asing di perdagangan Selasa (12/8/2025) sebesar Rp 849,85 miliar di seluruh pasar, dan mencapai Rp 1,99 triliun dalam sepekan terakhir.

“Di sisi lain, pergerakan mayoritas bursa regional Asia yang menguat akibat adanya gencatan senjata perang dagang AS-China juga turut andil dalam penguatan IHSG,” urai Herditya.

Asal tahu saja, Amerika Serikat (AS) menunda kesepakatan tarif dagang dengan China terhitung sejak Senin (11/8/2025) hingga 90 hari ke depan. 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, IHSG juga menguat seiring dengan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Alrich juga menangkap optimisme pasar akan perbaikan ekonomi domestik dan maraknya aksi merger dan akuisisi perusahaan yang membuat IHSG melesat.

Tak lupa, pasar juga masih terpengaruh euforia terhadap masuknya sejumlah emiten Tanah Air ke Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Secara teknikal, kata Alrich, indikator MACD membentuk golden cross dan indikator stochastic RSI mengindikasikan bullish reversal. IHSG juga berhasil keluar dari area konsolidasi sehingga ditaksir berpeluang menguji level tertinggi di 7.910 di perdagangan Rabu (13/8). 

Senada, Herditya juga melihat IHSG akan berlanjut menguat dengan support 7.731 dan resistance di 7.830 pada Rabu (13/8/2025).

Sentimennya, investor diperkirakan akan menanti data inflasi AS. Selain itu, pasar juga tengah berspekulasi akan mulai berbaliknya arus dana asing ke pasar saham Tanah Air.

Alrich juga sepakat, IHSG akan bergerak seturut penantian pasar terhadap rilis data inflasi AS yang membuka kejelasan arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

"Jika data inflasi lebih tinggi dari estimasi, diperkirakan akan menjadi katalis negatif karena berpotensi menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada September mendatang," jelas Alrich.

Rekomendasi Saham

Atas berbagai sentimen itu, Alrich menyarankan investor untuk mengincar saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Dia juga menyebut saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) layak dicermati.

Sementara rekomendasi Herditya jatuh kepada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan support Rp 1.905 dan resistance Rp 1.985. Lalu, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di level support Rp 1.710 dan resistance Rp 1.755.

Serta, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan area support Rp 2.790 dan resistance Rp 2.890 per saham.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru