Analis Pasar: IHSG Kecenderungan Koreksi di Kisaran 7.680-7.913
IHSG akan mengalami konsolidasi dengan kecenderungan koreksi di kisaran 7.680-7.913 sepanjang pekan mendatang.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (4/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.867,35 atau melemah 0,23% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, dalam sepekan terakhir IHSG mampu menguat 0,47%.
Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 0,23% ke Level 7.867,34
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG sepanjang pekan ini cukup dipengaruhi oleh situasi politik dalam negeri yang mulai kembali kondusif paska aksi demonstrasi pada akhir Agustus lalu.
Baca Juga : IHSG Sibuka Menguat 0,08% ke Level 7.891,95 di Awal Perdagangan Kamis (4/9/2025)
Selain itu, rilis data inflasi dan neraca dagang Indonesia yang relatif stabil serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Didongkrak Data Tenaga kerja AS
Tak hanya itu, lonjakan harga emas dunia yang terjadi pada pekan ini berdampak signifikan bagi emiten-emiten di IHSG, terutama yang memiliki eksposur terhadap komoditas tersebut.
Baca Juga : Analisis Pasar: IHSG Kemungkinan Hanya Berada di Kisaran 7.500
"Kami perkirakan pelemahan IHSG menuju akhir pekan ini cenderung disebabkan oleh profit taking menjelang long weekend," ujarnya.
Herditya juga menyebut, outflow asing yang terjadi di IHSG pada pekan ini merupakan imbas dari sentimen memanasnya suhu politik di Indonesia yang disertai oleh aksi profit taking.
Seperti yang diketahui, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 5,3 triliun sepanjang pekan ini.
Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menambahkan, aksi jual oleh investor asing banyak terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
Sentimen ini membuat harga saham big caps tersebut menurun, sehingga IHSG tertekan menjelang akhir pekan.
Untuk minggu depan, William memperkirakan IHSG cenderung mengalami koreksi meski ada sentimen window dressing oleh sejumlah emiten pada September 2025.
"IHSG tetap punya peluang menguat dengan bantuan sentimen eksternal seperti meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed," kata dia.
William memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 7.800-7.913 pada pekan depan. Dia merekomendasikan sejumlah saham antara lain LSIP, MEDC, INKP, dan TKIM.
Di lain pihak, Herditya memproyeksikan IHSG akan mengalami konsolidasi dengan kecenderungan koreksi di kisaran 7.680-7.913 sepanjang pekan mendatang.
Arah IHSG akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen seperti pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah, rilis data neraca dagang dan inflasi China, rilis data cadangan devisa dan penjualan ritel Indonesia, hingga rilis data inflasi AS.
Herditya melanjutkan, investor dapat mencermati saham ADMR dengan target harga Rp 1.100--1.145 per saham, ESSA dengan target harga Rp 660--695 per saham, dan RAJA dengan target harga Rp 3.000--3.200 per saham.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·22 menit yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·28 menit yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALResidivis Curanmor di Langkat Ditangkap, Motor Purnawirawan TNI AD Jadi Sasaran
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan