Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif Cenderung Menguat Terbatas dengan Level Support 7.850

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 1,03% ke level 7.943,83 di pasar spot.

Bagikan:
IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas dengan level support 7.850 dan resistance 8.010. Indikator MACD menunjukkan tren positif, meski RSI masih di dalam area overbought.
IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas dengan level support 7.850 dan resistance 8.010. Indikator MACD menunjukkan tren positif, meski RSI masih di dalam area overbought.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (20/8/2025) () ditutup melesat 1,03% ke level 7.943,83 di pasar spot.

Seluruh indeks sektoral kompak menghijau, dipimpin sektor properti yang melesat 2,56%. Posisi di belakangnya diisi sektor perbankan dengan kenaikan 1,18%.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Pekan Ini

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, penguatan dipengaruhi masuknya dana asing sebesar Rp 863 miliar di seluruh pasar.

Dia juga melihat, pasar merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5%.

Baca Juga : IHSG Terbang Tinggi 4,84% Dalam Sepekan Terakhir Terkerek Faktor Fundamental Ekonomi Indonesia

“Hal ini menunjukkan inflasi yang terjaga dan stabilitas rupiah di tengah kondisi pemangkasan FFR,” jelas Audi

Pada Kamis, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas dengan level support 7.850 dan resistance 8.010. Indikator MACD menunjukkan tren positif, meski RSI masih di dalam area overbought.

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 32,87 Poin  ke 7.898,37 di Akhir Perdagangan Jumat (15/8/2025)

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang sepakat, pemangkasan suku bunga tersebut memicu penguatan IHSG setelah dua hari berturut-turut melemah.

“ sektor properti membukukan penguatan terbesar, didorong oleh ekspektasi akan meningkatnya penjualan seiring dengan turunnya suku bunga,” jelas Alrich.

Baca Juga : IHSG Parkir di Zona Hijau Bertengger di Level 7.926,45 di Perdagangan Sesi I, Jumat (15/8/2025)

Secara teknikal, meski indikator Stochastic RSI masih mengindikasikan berlanjutnya koreksi dalam jangka menengah, namun histogram MACD kata Alrich masih positif dan disinyalir kembali terjadi akumulasi.

Dengan begitu, dia menaksir IHSG berpeluang menguat lagi pada Kamis dengan level support 7.900 dan resistance 8.000.

Baca Juga : Analis Pasar: Usai All Time High, IHSG Diproyeksikan Bakal Terbang ke Level 8.000

Pasar besok akan bergerak seturut euforia keputusan pemangkasan suku bunga BI, yang keempat kalinya dalam tahun ini dan menjadi level terendah sejak Oktober 2022

Keputusan ini sejalan dengan proyeksi kisaran inflasi yang ditarget BI, pergerakan rupiah yang cenderung stabil, melambatnya pertumbuhan kredit, serta sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Adapun, pertumbuhan kredit Indonesia pada bulan Juli 2025 tercatat sebesar 7,03% secara tahunan (year on year/YoY), melambat dari 7,77% YoY pada bulan Juni 2025, serta merupakan level terendah sejak Maret 2022. 

Perlambatan ini menurut Alrich cerminan lemahnya daya beli, turunnya kelas menengah, dan meningkatnya kehati-hatian bank dalam mengucurkan kredit. 

Dari sisi global, Alrich melanjutkan, pasar menanti data HCOB Manufacturing PMI Flash Jerman bulan Agustus yang diperkirakan turun pada level 48,8 dari 49,1 di bulan Juli 2025. Ini mengindikasikan memburuknya kondisi bisnis manufaktur di Jerman.

Sedangkan indeks S&P Global Manufacturing PMI Flash Inggris bulan Agustus diperkirakan sedikit membaik menjadi 48,3 dari 48 pada bulan Juli 2025. 

Dengan begitu, pilihan Alrich yang bisa dicermati besok ialah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Sementara itu, Audi merekomendasikan sepculative buy terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan support 4.010 dan resistance Rp 4.400, dan saham BRMS dengan support Rp 460 dan resistance Rp 540.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait