Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Melemah dengan Support 7.900 dan Resistance 8.020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,20% ke 7.952 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi baru di level 8.022 di pasar sp

Bagikan:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,20% ke 7.952 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi baru di level 8.022 di pasar spot.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,20% ke 7.952 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi baru di level 8.022 di pasar spot.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (28/8/2025) () ditutup menguat 0,20% ke 7.952 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi baru di level 8.022 di pasar spot.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Terkoreksi Berlanjut Menguji Level Support di 7.800-7.850

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, penguatan ini terjadi di tengah pergerakan yang cenderung konsolidasi beberapa waktu terakhir. 

Adapun, pendorongnya ialah emiten sektor teknologi, khususnya PT DCI Indonesia Tbk (DCII). 

Baca Juga : IHSG Melorot 0,25% Berteduh di Level 7.906,948 di Perdagangan Selasa (26/8/2025)

“Penguatan IHSG ini di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan demonstrasi yang sedang berlangsung,” ujar Herditya.

Sebagai informasi, ribuan buruh hari ini turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah minimum 2026, penghapusan sistem outsourcing berikut beleidnya, hingga reformasi pajak.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat 68,05 Poin Berada di Level 7.926,90 Sore Ini

Dari sisi global, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang bilang, penguatan IHSG hari ini terpantik oleh sikap investor yang tengah mencermati langkah bank sentral Korea Selatan yang mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,5% untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan Masih Mampu Bertahan di atas Support 7.850

Selain itu, investor juga mengamati dampak pemberlakukan tarif impor AS sebesar 50% terhadap India. Sementara itu, indeks futures di bursa Wall Street bergerak melemah, sedangkan indeks di bursa Eropa dibuka menguat. 

Secara teknikal, Alrich mengamati, pembentukan histogram negatif pada indikator MACD masih berlanjut serta IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual. Dengan begitu, dia memprediksi IHSG berpotensi melemah dengan support 7.900 dan resistance 8.020 hari ini.

Senada, Herditya IHSG masih akan rawan terkoreksi dengan level support 7.917 dan resistance 7.977. Tapi, dia melihat masih ada peluang IHSG untuk menguat, terlebih jika mampu menembus resistance 8.008-8.017.

Dia perkirakan, sentimen yang akan mengiringinya ialah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, juga kondisi iklim politik dalam negeri yang masih memanas.

Sedang dari sisi global, Alrich menyebut IHSG akan bergerak seturut penantian pasar terhadap data Consumer Confidence Jepang bulan Agustus 2025 yang diperkirakan turun tipis ke level 33,5 dari 33,7 di Juli 2025 

Dari Jerman, akan dirilis data Retail Sales bulan Juli, yang ditaksir turun 0,4% secara bulanan (MoM) dari sebelumnya naik 1% MoM di bulan Juni 2025. Jerman juga akan merilis data inflasi bulan Agustus 2025 yang diperkirakan menjadi 2,1% dari posisi 2% di bulan sebelumnya. 

Sedangkan dari AS, investor akan mencermati angka indeks Core PCE Price Juli 2025 yang diperkirakan stabil di level 0,3% MoM. 

Atas sederet sentimen itu, investor kata Alrich bisa mencermati PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Sementara itu, rekomendasi Herditya jatuh pada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan support Rp 4.530 dan resistance Rp 4.650, PT Panin Financial Tbk (PNLF) Rp 282 dan Rp 290, dan  PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 4.030 dan Rp 4.520 per saham.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait