Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Aksi Demo Warga di Kantor DPRD Karo Berakhir Ricuh

Aksi damai masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Barusjahe, sempat diwarnai kericuhan.

ist
ist
A A

NUSANTARATERKINI.CO, - Aksi damai dari tiga desa di Kecamatan Barusjahe, sempat diwarnai kericuhan.

Di mana sebelumnya, warga dari 3 desa itu menunggu proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Ketua Iriani br Tarigan, dan beberapa pihak serta perwakilan masyarakat.

Alhasil, situasi tak terkendali hingga terjadi aksi saling dorong antara petugas dan .

Informasi yang dihimpun, sebelum terjadinya kisruh masyarakat sudah mulai mencoba mendekat ke pintu masuk " class="article-tag-link" rel="tag">DPRD Karo namun masih kondusif.

Berselang beberapa saat, masyarakat yang asyik menari dengan iringan musik ini tiba-tiba terlibat aksi dorong dengan petugas keamanan dari Satpol-PP Kabupaten

Aksi dorong terus terjadi, hingga personel Satpol-PP yang berjaga di depan pintu masuk terdorong.

Karena kekuatan masyarakat yang lebih besar, personel Satpol-PP terus terdesak. 

Saat yang bersamaan, masyarakat terlihat semakin emosi dan diketahui ternyata ada salah satu warga yang diamankan oleh Satpol-PP.

Seorang pria yang diamankan ini langsung dibawa masuk ke dalam Kantor

Karena rekannya diamankan, emosi warga semakin memuncak hingga berusaha untuk terus merangsek masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan rekannya tersebut.

Bahkan, masyarakat juga sempat menggedor-gedor kaca untuk memastikan warga tersebut aman. 

Tak lama berselang, atas tuntutan masyarakat akhirnya pria tersebut dikeluarkan dan diserahkan kembali ke masyarakat.

Namun, masyarakat menuding jika pria tersebut sempat mengalami pemukulan oleh oknum Satpol-PP Kabupaten Karo saat diamankan tadi. 

Hingga saat ini, masyarakat tetap bersikukuh menduduki halaman Kantor DPRD Karo untuk meminta oknum Satpol-PP yang telah melakukan pemukulan tersebut diserahkan.

Masyarakat tidak terima jika ada warga yang mendapatkan tindakan kekerasan saat aksi tadi. 

Tak lama berselang, masyarakat mendapatkan informasi dari perwakilan warga yang mengikuti jalannya RDP.

Dimana, dari hasil RDP yang berlangsung beberapa jam tersebut akhirnya permintaan masyarakat untuk dihentikannya proyek pengairan air ke Desa Tanjung Barus dihentikan sementara waktu. 

"Tadi kita sudah dengar hasil keputusan rapat di atas, proyek pengerjaan air dihentikan sementara," kata perwakilan warga tersebut. 

Informasi yang didapat, setelah dihentikan sementara nantinya proyek tersebut akan ditinjau kembali oleh pihak terkait ke lokasi pekerjaan proyek. 

"Nanti akan ditinjau kembali, tanggal 27 November akan dilakukan peninjauan ke lokasi," katanya. 

Informasi ini disambut sorak-soray warga lainnya yang memang menginginkan hasil ini.

Dimana, sejak awal masyarakat menginginkan proyek pembangunan saluran air untuk ke Desa Tanjung Barus dihentikan.

Diungkapkan masyarakat, pengerjaan proyek ini dinilai akan merugikan masyarakat tiga desa karena sumber airnya akan berkurang karena masyarakat tiga desa sudah mengandalkan sumber air tersebut. 

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait