Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Air Minum di Jerman Terkontaminasi Bahan Kimia Abadi Berbahaya

Jejak senyawa PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) ditemukan dalam 42 dari 46 sampel yang dikumpulkan

Para penumpang terlihat di peron sebuah stasiun kereta di Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Foto: Xinhua/Ren Pengfei)
Para penumpang terlihat di peron sebuah stasiun kereta di Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Foto: Xinhua/Ren Pengfei)
A A

, BERLIN - Sebuah kelompok mendeteksi adanya zat "" berbahaya di dalam hampir semua sampel yang diuji secara nasional.

Federasi Lingkungan dan Konservasi Alam (BUND) Jerman mengatakan bahwa jejak senyawa (per- and polyfluoroalkyl substances) ditemukan dalam 42 dari 46 sampel yang dikumpulkan pada periode Juni hingga Oktober.

Baca Juga : Sumber Air Minum Aqua dari Sumur Bor, Legislator: Bahayakan Lingkungan

Berlin menjadi salah satu area yang terdampak paling parah, dengan kadar PFAS yang tinggi terdeteksi dalam air dari distrik pemerintah kota tersebut. Menurut kantor berita Jerman dpa, PFAS dikaitkan dengan kerusakan hati serta kanker ginjal dan testis. Para ahli memperingatkan zat-zat tersebut dapat mencemari secara permanen.

Baca Juga : Sesuai Komitmen Presiden, Pemerintah Didesak Seluruh Produsen Air Kemasan Diaudit

banyak digunakan dalam produk-produk seperti perlengkapan luar ruangan, peralatan masak antilengket, dan kosmetik. BUND mengungkapkan hanya sebagian kecil dari ribuan senyawa PFAS yang saat ini teregulasi di .

"Sampel acak kami menunjukkan bahwa PFAS telah lama masuk ke siklus air kami, mulai dari air permukaan hingga air tanah dan bahkan ," ujar Verena Graichen, direktur pelaksana BUND.

(*/)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru