Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kualitas Air Jaringan Pipa Masih Berisiko, Perumda Tirta Musi Sebut Air Keran Rumah Belum Layak Minum

Perumda Tirta Musi mengimbau warga Palembang merebus air keran sebelum diminum karena kualitas air di jaringan pipa masih berisiko terkontaminasi.

Perumda Tirta Musi Unit Pelayanan Rambutan, Palembang menyebut jika kualitas air keran yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan, hingga saat ini masih belum layak untuk langsung diminum tanpa diproses terlebih dahulu,ย Kamis (6/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Perumda Tirta Musi Unit Pelayanan Rambutan, Palembang menyebut jika kualitas air keran yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan, hingga saat ini masih belum layak untuk langsung diminum tanpa diproses terlebih dahulu,ย Kamis (6/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co,  — Perusahaan Daerah (PDAM) Palembang mengimbau masyarakat untuk tetap mengolah atau merebus sebelum dikonsumsi. Meski pasokan air yang keluar dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Musi sudah memenuhi kualifikasi air siap minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, kondisi yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan hingga saat ini masih belum layak untuk langsung diminum.

โ€‹Direktur Teknik Perumda Tirta Musi, M , menjelaskan, garansi standar higienis dari instalasi pengolahan gugur begitu air memasuki jaringan perpipaan menuju pemukiman warga akibat risiko kontaminasi di sepanjang saluran distribusi.

"Di instalasi pengolahan kami, air itu memang sudah siap diminum langsung dari keran karena sesuai . Namun begitu didistribusikan ke lapangan, kami tidak bisa lagi menjamin air tersebut langsung layak diminum," ujar Azharuddin, Jumat (7/8/2026).

"Di instalasi pengolahan kami, air itu memang sudah siap diminum langsung dari keran karena sesuai . Namun begitu didistribusikan ke lapangan, kami tidak bisa lagi menjamin air tersebut langsung layak diminum," ujar Direktur Teknik , M , Jumat (7/8/2026).

Azharuddin membeberkan sejumlah penyebab teknis yang membuat kualitas air berisiko menurun selama perjalanan menuju rumah warga. Di antaranya keberadaan yang rentan bocor, serta fluktuasi tekanan air saat terjadi penghentian aliran akibat perbaikan pipa atau pemadaman listrik.

Saat tekanan air dalam pipa drop, celah-celah sambungan yang kurang rapat berpotensi menyedot kotoran maupun kontaminan dari luar masuk ke dalam aliran .

"Bisa saja ada pipa yang bocor, sehingga terkontaminasi di perjalanan. Selain itu, ada juga yang sudah tua dan kondisinya tidak seluruhnya dapat dipantau. Saat terjadi penghentian aliran sementara, ada kemungkinan air dari luar masuk melalui titik sambungan," bebernya.

Selain faktor eksternal di sepanjang saluran distribusi, Perumda Tirta Musi juga menyoroti higienitas wadah penampungan milik warga. Kebiasaan menampung air di bak terbuka atau penampung toren yang berlumut dan jarang dibersihkan, kerap menjadi sumber utama berkembang biaknya bakteri pemicu gangguan pencernaan.

"Kalau ditanya apakah air PDAM bisa langsung diminum di rumah pelanggan, jawabannya belum layak. Masih banyak faktor yang memengaruhi , baik dari kondisi pipa maupun tempat penyimpanan air di rumah. Karena itu, masyarakat imbau untuk tetap memasaknya terlebih dahulu," katanya.

Guna menyediakan fasilitas air minum langsung di area publik, Perumda Tirta Musi telah memasang anjungan Keran Air Siap Minum () di titik strategis seperti kawasan , yang dilengkapi dengan sistem purifikasi khusus.

“Kami memiliki beberapa titik Keran Air Siap Minum, contohnya ada di kawasan . Air berasal dari jaringan pipa PDAM, kemudian dipurifikasi kembali menggunakan alat khusus sehingga bisa langsung diminum. Konsepnya berupa anjungan-anjungan di tempat umum,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait