Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

6 Mahasiswa UNPRI Penyebar Video Mayat Lantai 9 Dipolisikan, Dianggap Sebar Hoaks

Enam mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan dilaporkan ke Polrestabes Medan karena dianggap menyebar berita bohong soal mayat di lantai 9

Fajar, dari aliansi advokat Sitop Hoaks seusai melaporkan mahasiswa universitas prima Indonesia (UNPRI) karena dianggap sebar hoaks dan bikin onar soal mayat di lantai 9 kampus. Menurut Fajar, enam mahasiswa harus segera diperiksa dan ditangkap
Fajar, dari aliansi advokat Sitop Hoaks seusai melaporkan mahasiswa universitas prima Indonesia (UNPRI) karena dianggap sebar hoaks dan bikin onar soal mayat di lantai 9 kampus. Menurut Fajar, enam mahasiswa harus segera diperiksa dan ditangkap
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Enam () Medan ke karena dianggap menyebar berita bohong soal mayat di lantai 9 kampus.

Mereka juga dianggap membuat gaduh karena seusai menyebarkan video mayat di dalam boks biru lalu membuat video klarifikasi kalau apa yang mereka rekam dan sebarkan merupakan boneka.

Belakangan, baik Universitas Prima dan menyatakan itu merupakan jenazah manusia alias cadaver atau mayat yang secara resmi diawetkan untuk pembelajaran mahasiswa fakultas kedokteran.

Laporan dilayangkan oleh Fajar, dari aliansi advokat Sitop pada Jumat (15/12/2023) malam.

Menurut Fajar, akibat ulah para yang diketahui salah satunya bernama Herianto, masyarakat dibuat gaduh.

"Oleh sebab itu dengan dua video yang beredar itu membuat kegaduhan dan keonaran di tengah-tengah masyarakat. Makanya kita bersama-sama aliansi advokat Sitop melaporkan hal tersebut ke ,"kata Fajar, dari Aliansi Advokat Sitop Hoaks, Jumat (16/12/2023), dilansir Tribun Medan.

Menurut Fajar, enam Mahasiswi Unpri, perekam dan penyebar sekaligus yang membuat video klarifikasi diyakini melanggar Pasal 14 undang-undang nomor 1 tahun 1946 juncto Pasal 28 ayat 2 undang-undang informasi elektronik teknologi.

Sehingga pihaknya mendesak Sat Reskrim Polrestabes Medan segera menindaklanjuti laporannya dan menangkap mahasiswa UNPRI tersebut.

Katanya, dugaan hoaks mengenai mayat di lantai 9 dan video klarifikasi bukan mayat betul-betul meresahkan baik masyarakat dan universitas Unpri.

"Video pertama dan kedua. Yang pertama menyatakan ada mayat di lantai 9 unpri dan video yang kedua bahwa tidak ada mayat, mainkan itu manekin atau boneka. Oleh sebab itu ini merupakan berita bohong". (rsy/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru