5 Peserta SPPI KDMP Meninggal saat Latihan Militer, Pengamat Desak Prabowo Evaluasi Total
Lima peserta SPPI KDMP meninggal saat latihan militer. Pengamat mendesak Presiden Prabowo evaluasi total program
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar militer bagi peserta program SPPI KDMP menyusul laporan meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.
Fernando menilai bertambahnya jumlah korban meninggal harus menjadi perhatian serius Presiden beserta seluruh penyelenggara program. Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa dan harus diusut secara menyeluruh.
Ia berpandangan, materi pelatihan bagi calon peserta SPPI KDMP seharusnya lebih difokuskan pada penguatan kapasitas manajerial, tata kelola pemerintahan, serta pemberantasan korupsi, bukan latihan dasar militer.
"Pelaksanaan latihan militer terhadap calon pegawai program prioritas Presiden semakin memperkuat dugaan adanya pendekatan militerisme dalam penyelenggaraan pemerintahan," kata Fernando Emas kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (27/62/2026).
Fernando juga mendesak agar latihan dasar militer bagi peserta SPPI KDMP segera dihentikan sampai dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah harus bertanggung jawab atas meninggalnya lima peserta selama pelatihan.
Selain itu, ia meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi terhadap keseluruhan program KDMP.
Fernando menilai pelaksanaan program tersebut masih menyisakan berbagai persoalan, mulai dari kesiapan pelaksanaan hingga penentuan lokasi yang dinilai tidak sesuai dan kurang layak.
Ia juga mengkritik penggunaan anggaran dalam program tersebut. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar program yang dijalankan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak terkesan dilaksanakan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyampaikan duka atas meningalnya peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Total peserta SPPI yang meninggal dunia saat ini berjumlah lima orang.
"Pertama-tama atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKN PKNP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·46 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan