Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

WHO: Seluruh Penumpang Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus sebagai Kontak Berisiko Tinggi

WHO tetapkan status risiko tinggi bagi seluruh penumpang kapal MV Hondius akibat wabah Hantavirus yang mematikan

Foto yang diabadikan pada 21 Mei 2023 ini menunjukkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. (Foto: Xinhua/Lian Yi)
Foto yang diabadikan pada 21 Mei 2023 ini menunjukkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. (Foto: Xinhua/Lian Yi)
A A

Nusantaraterkini.co, JENEWA - Organisasi () pada Sabtu (9/5/2026) mengatakan, semua orang yang berada di atas kapal pesiar yang terdampak wabah harus dianggap sebagai kontak "berisiko tinggi" dan dipantau secara aktif selama 42 hari.

"Kami mengklasifikasikan semua orang di atas kapal sebagai apa yang kami sebut kontak berisiko tinggi," tutur Maria Van Kerkhove, direktur kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi dan pandemi , dalam sebuah konferensi pers.

Dia mengatakan bahwa saat ini tidak ada seorang pun di atas kapal yang menunjukkan gejala. Akan tetapi, dia merekomendasikan pemantauan dan penindaklanjutan aktif terhadap seluruh penumpang dan awak kapal yang turun dari kapal selama periode 42 hari.

Namun, Kerkhove menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum dan warga , yang merupakan tempat kapal dijadwalkan akan berlabuh pada Minggu (10/5/2026), masih tergolong rendah.

Menurut update berita Disease Outbreak News WHO pada Sabtu, penyakit pernapasan parah pertama kali dilaporkan di kapal pesiar tersebut pada 2 Mei.

Saat itu, terdapat 147 penumpang dan awak kapal di atas kapal, sementara 34 lainnya telah turun lebih dahulu. Seluruh titik kontak WHO di negara-negara terkait telah diberi informasi dan mendukung pelacakan kontak internasional.

Hingga Jumat (8/5/2026), delapan kasus bergejala telah dilaporkan, termasuk tiga kematian. Enam kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi Andes (ANDV).

WHO mendesak negara-negara yang terlibat untuk terus melanjutkan koordinasi kesehatan masyarakat, termasuk pelacakan kontak, penanganan kasus, pencegahan penularan, serta komunikasi yang transparan.

Menurut WHO, gejala awal infeksi hantavirus meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, demam, nyeri otot, serta gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare dan sakit perut.

Mengingat penularan pragejala dalam wabah ANDV sebelumnya tidak sepenuhnya dapat dikesampingkan, WHO juga merekomendasikan pemantauan mandiri, evaluasi medis, dan penggunaan masker untuk kontak-kontak berisiko rendah apabila gejala muncul.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru