Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Warga Sebut Kelangkaan Elpiji 3Kg di Padangsidimpuan Gegara Tak Sesuai Peruntukan: Digunakan Pemilik Cafe

Menjamurnya cafe di Padangsidimpuan diduga menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Gas Elpiji 3Kg langka di Padangsidimpuan. Ilustrasi (Foto: net).
Gas Elpiji 3Kg langka di Padangsidimpuan. Ilustrasi (Foto: net).
A A

nusantaraterkini.co, SIDIMPUAN - di diduga menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg).

Hal ini dikatakan salah seorang warga bernama Aulia (25).

Dia mengatakan bisa jadi kelangkaan elpiji 3kg akibat tak sesuai peruntukan. Diduga banyak pengusaha seperti yang menggunakan gas elpiji 3kg.

"Seharusnya kalau untuk usaha itu bukan menggunakan gas elpiji 3kg. Namun kenyataan, banyak kami lihat digunakan untuk usaha, sehingga dampaknya, masyarakat sulit mendapatkan gas elpiji 3kg," kata Aulia, Senin (23/6/2025).

"Masyarakat sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3kg. Masyarakat sangat membutuhkan untuk kebutuhan dapur, untuk memasak. Kalau gas gimana mau masak," ujarnya kesal.

Berdasarkan hasil sidak tim dari Pemkot Padangsidimpuan dan Pertamina, salah satu penyebab kelangkaan tersebut disebabkan banyaknya pengguna elpiji 3kg yang tidak sesuai dengan peruntukan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Padangsidimpuan, Rahuddin Harahap mengatakan, kelangkaan elpiji 3kg itu disebabkan cafe. 

Padahal, apabila mengacu ke aturan, usaha cafe tidak diperbolehkan untuk memakai gas elpiji 3kg.

"Hasil investigasi oleh tim dari Pemkot Padangsidimpuan dan Pertamina, ditemukan cafe - cafe yang menggunakan elpiji 3kg," jelasnya. 

Pengakuan Pertamina menurut Rahuddin, hingga saat ini tidak ada pengurangan kuota di Padangsidimpuan. Namun, pertambahan jumlah penduduk bisa menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji 3kg.

Untuk Padangsidimpuan kata Rahuddin, kuota yang diberikan oleh Pertamina sebanyak 3.838. Jumlah tersebut kemungkinan dapat bertambah, mengingat, pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.

"Pertamina memastikan tidak ada pengurangan kuota, bahkan mereka (Pertamina) berencana menambah, karena jumlah penduduk di Padangsidimpuan semakin meningkat," kata pria yang saat ini menjabat Plt Kadis Perindustrian Perdagangan itu.

(Ron/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait