Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Warga Langkat Tagih Janji Bobby Nasution Perbaikan 7 Jembatan Menuju Tangkahan: Truk Sawit Terjun ke Sungai

Warga Sei Musam, Langkat, menagih janji pembangunan tujuh jembatan menuju Tangkahan setelah truk sawit terjun ke sungai akibat jembatan rusak.

Jembatan yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata Tangkahan. (Foto: istimewa)
Jembatan yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata Tangkahan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Warga Dusun Simpang Dua, Desa , Kecamatan , Kabupaten Langkat, kembali menagih janji pemerintah terkait pembangunan-perbaikan tujuh jembatan yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata .

Kondisi sejumlah jembatan yang hingga kini belum diperbaiki membuat warga khawatir. Akses yang digunakan masyarakat sehari-hari tersebut sebagian masih dalam kondisi rusak dan menggunakan konstruksi sementara dari kayu batang kelapa.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah sebuah mobil Colt Diesel pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjatuh ke sungai saat melintasi salah satu jembatan pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga, Mini Br Sinulaki, bahkan menyampaikan keluhannya melalui akun Facebook @Mini Bumi Sinulaki. Dengan suara bergetar dan menitikkan air mata, ia meminta Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah nyata memperbaiki jembatan tersebut.

“Kami warga Dusun Simpang Dua, Desa , Kecamatan , memohon kepada pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk memperbaiki jembatan. Sudah terjadi kecelakaan, satu unit mobil Colt Diesel pengangkut buah kelapa sawit terjatuh ke sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Mini dikutip Selasa (25/8/2026).

Jembatan yang menjadi akses penting menuju kawasan . (Foto: istimewa)

Ia mempertanyakan sampai kapan warga harus menunggu hingga pemerintah melakukan perbaikan.

“Apakah harus terjadi korban jiwa baru jembatan tersebut diperbaiki?” katanya.

Menurut Mini, kondisi jembatan saat ini bermula setelah jembatan lama yang sebelumnya masih layak digunakan dibongkar. Warga kemudian dijanjikan baru.

Namun, pembangunan tersebut tidak kunjung tuntas sehingga masyarakat terpaksa menggunakan jembatan sementara yang dibuat dari batang pohon kelapa.

“Jembatan awalnya bagus, tetapi dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab karena dijanjikan akan dibangun jembatan baru. Akhirnya dibuat jembatan sementara untuk warga melintas menggunakan kayu batang kelapa,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga menjadi semakin sulit, terutama ketika kendaraan harus melewati jembatan dengan kondisi yang tidak memadai.

Tujuh Jembatan Sempat Dibangun, Kini Diduga Mangkrak

Warga lainnya, Rahim Ndala, mengatakan pembangunan tujuh jembatan di kawasan tersebut sebenarnya sempat dilakukan sekitar 2024-2025. Namun, proyek tersebut kemudian berhenti dan hingga kini belum kembali dilanjutkan.

“Berkisar tahun 2024-2025 ada tujuh jembatan yang sempat dibangun, namun diduga mangkrak. Kami tidak tahu apa penyebabnya,” kata Rahim.

Rahim juga mengingat bahwa Gubernur Sumatera Utara sempat meninjau langsung lokasi jembatan pada September 2025.

Dalam kunjungan tersebut, kata Rahim, pemerintah provinsi menyampaikan komitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jembatan yang menjadi akses masyarakat sekaligus jalur menuju kawasan wisata.

“Harapan kami pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara , menepati janji kepada warga untuk memperbaiki jembatan tersebut,” ujarnya.

Bobby Nasution Janjikan Pembangunan 7 Jembatan

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memang menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan tujuh jembatan di Desa Sei Musam dan Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.

Pembangunan tujuh jembatan tersebut sebelumnya masuk dalam proyek multiyears senilai sekitar Rp2,7 triliun yang digagas pada 2023. Namun, proyek tersebut tidak berjalan sesuai rencana.

Bobby mengatakan pembangunan tujuh jembatan tersebut direncanakan dilanjutkan pada 2026 melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) yang dialihkan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat.

Menurut Bobby, pembiayaan tetap berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sedangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan .

“Finansial pembangunan tetap dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, namun pembangunan itu nantinya . Ini kita minta perencanaan dari Kabupaten, karena kalau dari Provinsi prosesnya agak sedikit panjang, karena sudah pernah dikerjakan Provinsi tapi gagal,” ujar Bobby saat meninjau lokasi jembatan pada Sabtu (27/9/2025).

Tujuh jembatan tersebut memiliki peran penting karena menjadi penghubung kawasan wisata dan permukiman masyarakat di wilayah Batang Serangan.

Jembatan itu juga mendukung konektivitas menuju sejumlah destinasi wisata unggulan Langkat, termasuk Tangkahan dan kawasan Bahorok-Bukit Lawang.

Bobby saat itu memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan tujuh jembatan mencapai sekitar Rp78 miliar. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi warga, serta memperkuat konektivitas sektor pariwisata.

Warga Minta Janji Segera Direalisasikan

Saat mendampingi Bobby Nasution meninjau lokasi pada September 2025, Tiorita Br Surbakti yang ketika itu menjabat Wakil Bupati Langkat menyatakan Pemkab Langkat akan segera menyusun perencanaan pembangunan.

Pembangunan tujuh jembatan tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2026.

Kini, warga kembali mempertanyakan kepastian realisasi pembangunan tersebut. Apalagi, kecelakaan mobil pengangkut TBS yang terjun ke sungai menjadi peringatan bahwa kondisi jembatan tidak bisa terus dibiarkan.

Warga berharap pemerintah tidak hanya kembali melakukan peninjauan, tetapi segera merealisasikan pembangunan jembatan agar akses masyarakat aman dan aktivitas ekonomi serta pariwisata di kawasan Tangkahan tidak terganggu.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru