Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Rudal Langsung Menghujani Israel

Iran meluncurkan rudal ke Israel tak lama setelah Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas.

Seorang anggota pasukan keamanan dan penyelamatan Israel bekerja di lokasi tempat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Tel Aviv, Israel, pada 1 Maret 2026 dini hari waktu setempat. (Foto: Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
Seorang anggota pasukan keamanan dan penyelamatan Israel bekerja di lokasi tempat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Tel Aviv, Israel, pada 1 Maret 2026 dini hari waktu setempat. (Foto: Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu (8/3/2026). Serangan itu terjadi tak lama setelah diumumkan sebagai yang baru.

Mojtaba naik menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menjadi pemicu konflik yang kini berkembang menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Penunjukan Mojtaba dilakukan oleh dewan ulama Iran sembilan hari setelah kematian Ali Khamenei. Dengan keputusan itu, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak terjadinya 1979.

Dalam pernyataan resminya, dewan ulama Iran menyatakan tidak memiliki keraguan dalam menetapkan Mojtaba sebagai pemimpin baru, meskipun negara tersebut tengah berada dalam situasi perang.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah media pemerintah Iran menayangkan gambar proyektil yang akan diluncurkan ke Israel. Pada badan rudal terlihat tulisan berbahasa Persia yang berarti, “Siap menjalankan perintah Anda, Sayyid Mojtaba.”

Ancaman dari Donald Trump

Penunjukan Mojtaba juga mendapat respons keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, Trump secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba menjadi .

Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat memiliki kepentingan dalam menentukan siapa yang akan memimpin Iran setelah kematian Ali Khamenei.

“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan pihaknya siap melancarkan serangan lanjutan yang menargetkan sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait