Unjuk Rasa di Sumut Dituding Penuh Kekerasan, Cipayung Plus Minta Copot Kapolri dan Kapolda Sumut
Kami juga meminta Kapolda Sumut untuk dicopot karena tidak mampu memimpin pasukan sehingga tindakan kekerasan terjadi saat aksi
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Massa aksi dari kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut), meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dari jabatannya. Mereka menilai jika Listyo dan Whisnu tidak mampu mengatur para bawahannya.
“Melihat fenomena yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di Kota Medan mulai dari tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian,” ucap Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sumut, Sintong Sinaga saat melakukan konferensi pers, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, pada Jumat (29/8/2025).
Baca Juga : Pos Polisi Dibakar, Gelombang Unjuk Rasa di Medan Membara
Mereka juga mengaku, saat aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di depan Gedung DPRD Sumut, pada Selasa (26/8/2025) lalu, sebanyak 20 orang peserta aksi Cipayung Plus Sumut, diduga menjadi korban tindak kekerasan polisi.
“Yang mengalami luka-luka berat itu ada dua orang saja,” ucap Sintong.
Atas kondisi tersebut, Cipayung plus juga meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut, Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto. Karena dianggap tidak mampu mengendalikan pasukannya.
“Kami juga meminta Kapolda Sumut untuk dicopot karena tidak mampu memimpin pasukan sehingga tindakan kekerasan terjadi saat aksi,” ucap Agung Prabowo, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut.
Baca Juga : Pos Polisi Lalulintas Dibakar Massa Aksi, Ini Tanggapan Polda Sumut
Selanjutnya, mereka juga meminta Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Republik Indonesia untuk bekerja atas dugaan kekerasan polisi selama aksi unjuk rasa di sejumlah titik wilayah di Indonesia.
“KemenHAM harus bekerja di sini kami melihat dari Medan hingga se-Indonesia untuk turun. Karena masyarakat juga sudah ada yang tewas seperti Ojol dan juga mahasiswa yang dipukul,” kata Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Yusril Mahendra.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMuzani: Demokrasi Jadi Jalan Indonesia Mengelola Keberagaman
Fadli Tara·Beberapa detik yang lalu -
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·5 menit yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan