Trump Tahan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 11%
Trump tunda serangan ke Iran, harga minyak dunia anjlok hampir 11%. Komoditas lain seperti CPO, batu bara, nikel, dan timah bergerak variatif.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Harga minyak mentah global mengalami tekanan tajam pada penutupan perdagangan Selasa (24/3/2026), menyusul keputusan Presiden Donald Trump menunda rencana serangan militer ke Iran.
Langkah ini memberikan sinyal meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama pendorong lonjakan harga energi dunia.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah jenis Brent tercatat turun signifikan sebesar USD 12,25 atau sekitar 10,9 persen ke level USD 99,94 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah USD 10,10 atau 10,3 persen menjadi USD 88,13 per barel.
Penurunan tajam ini terjadi setelah Trump mengklaim adanya perkembangan positif dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut kedua pihak telah menemukan sejumlah titik temu penting dalam upaya meredakan konflik.
Tak hanya itu, Trump juga mengumumkan penundaan aksi militer terhadap fasilitas strategis Iran, termasuk pembangkit listrik, selama lima hari ke depan. Keputusan tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar.
Di sisi lain, analis energi memperkirakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah mengganggu produksi minyak dalam jumlah besar, yakni sekitar 7 hingga 10 juta barel per hari.
Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, bahkan menyebut krisis energi saat ini berpotensi lebih parah dibandingkan gabungan guncangan harga minyak pada era 1970-an.
Pergerakan Komoditas Lainnya
Selain minyak, sejumlah komoditas global juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi:
CPO (Minyak Sawit Mentah)
Harga crude palm oil (CPO) justru menguat. Berdasarkan data dari Barchart, kontrak April naik 1,73 persen ke level MYR 4.580 per ton.
Batu Bara
Harga batu bara berjangka Newcastle mengalami koreksi. Untuk kontrak April, harga turun 4,10 persen menjadi USD 140,50 per ton.
Nikel
Harga nikel menunjukkan penguatan tipis. Data dari London Metal Exchange mencatat kenaikan 0,21 persen ke posisi USD 17.019 per ton.
Timah
Berbeda dengan nikel, harga timah mengalami penurunan sebesar 0,50 persen ke level USD 43.279 per ton.
Penurunan harga minyak ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik. Meski ketegangan belum sepenuhnya mereda, sinyal diplomasi yang muncul cukup untuk meredam kekhawatiran investor dalam jangka pendek.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan