Tragis! ART di Bogor Tewas Setelah Disiram Air Panas oleh Tiga Rekannya: Berawal dari Charger Jam Tangan yang Hilang
Seorang ART di Bogor tewas diduga dianiaya tiga rekannya akibat charger hilang. Korban disiram air panas dan ditemukan meninggal.
Nusantaraterkini.co, BOGOR – Kasus dugaan penganiayaan yang berujung kematian seorang asisten rumah tangga (ART) menggemparkan warga Kabupaten Bogor. Korban berinisial RR (26) diduga menjadi korban penyiksaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga rekan kerjanya sendiri di sebuah rumah di kawasan Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Cileungsi.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden dipicu oleh hilangnya charger jam tangan milik majikan mereka.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa korban sempat mengaku tidak mengetahui keberadaan barang yang hilang tersebut. Meski demikian, korban bersama tiga ART lainnya tetap berusaha mencari charger itu di berbagai sudut rumah.
Namun, pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Situasi kemudian memanas hingga memicu pertengkaran di antara mereka.
"Sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang pelaku diduga mengancam akan menyiram korban menggunakan air panas apabila charger yang dicari tidak ditemukan. Ancaman tersebut kemudian diduga benar-benar dilakukan satu jam kemudian," terangnya, Senin (1/6/2026).
Ketiga pelaku disebut membawa korban ke kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air panas secara bergantian. Setelah itu, korban ditinggalkan di lokasi selama beberapa menit dalam kondisi mengalami luka serius.
"Saat ditemukan, kulit korban sudah mengalami lepuhan di sejumlah bagian tubuh. Para pelaku kemudian memindahkan korban ke kamar ART, mengganti pakaian korban, dan mencoba memberikan perawatan sederhana," bebernya.
Meski demikian, kondisi korban terus memburuk dari hari ke hari. Hingga akhirnya pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya ember, gayung, serta obat nyamuk semprot," terangnya.
Penyidik menduga aksi penganiayaan dilakukan karena para pelaku emosi setelah korban tidak dapat menjelaskan keberadaan charger jam tangan milik majikan yang hilang.
Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar kota sehingga tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di dalam rumah tersebut.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, termasuk peran masing-masing pelaku dalam kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKAN"Spark Go To Campus", Rico Waas Tekankan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Herman Saleh Harahap·18 menit yang lalu -
SUMUTSMSI Madina Desak APH Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung
Herman Saleh Harahap·38 menit yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Ringkus 44 Tersangka Kasus Curas dan Curat
Herman Saleh Harahap·51 menit yang lalu -
-
RELIGIIbadah Minggu Keluarga HKBP Pasar Melintang Berlangsung Khidmat, Persembahan Pujian Wijk 2 Pererat Persekutuan
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONAL480 SPPG Baru Resmi Beroperasi, Total Dapur MBG di Indonesia Tembus 27.022 Unit
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHerman Deru Siap Cabut Izin Usaha Perusahaan yang Abai Terhadap Penanganan Karhutla
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANWali Kota Medan Dorong Al Washliyah Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan