Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Brutal! Aksi Bagi Masker Berujung Bentrok, Dua Jurnalis di Palembang jadi Korban Pengeroyokan

Brutal! Aksi Bagi Masker Berujung Bentrok, Dua Jurnalis di Palembang jadi Korban Pengeroyokan

A A

Nusantaraterkini.co, - Aksi pembagian di depan Mapolda Sumatera Selatan berujung ricuh, hingga mengakibatkan aksi dan intimidasi terhadap yang sedang melakukan peliputan di lokasi kejadian, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa tersebut bermula saat kelompok berpakaian hitam terlibat bentrok dengan rombongan mahasiswa Cipayung Plus Kota yang baru tiba untuk menggelar aksi unjuk rasa terkait isu karhutla.

PALTV, Mulyadi menceritakan secara detail situasi ricuh terjadi secara tiba-tiba sebelum massa mahasiswa sempat menyampaikan orasinya di depan markas kepolisian.

โ€œAda rombongan pakaian baju hitam itu awalnya ada kegiatan bagi di depan Polda. Beberapa saat kemudian ada rombongan mahasiswa dari rombongan Cipayung Plus Kota Palembang itu nyampe juga di Polda baru mau akan melakukan demo tentang karhutla,โ€ ujar Mul sapaan akrabnya saat diwawancarai langsung di ruang VVIP 2 RS Bhayangkara Palembang.

Mulyadi mengatakan jika gesekan antar kelompok tersebut berlanjut pada aksi di tempat yang membuat para awak media langsung mengambil tindakan untuk merekam peristiwa itu.

โ€œTapi ketika mereka baru sampai, belum sempat orasi, Cipayung dengan rombongan pakaian baju hitam ini chaos dan ada beberapa orang yang sempat kena aniaya, dan saat itu kami lagi liputan merekam,โ€ katanya.

Melihat aktivitas perekaman tersebut, kelompok massa berpakaian hitam langsung mengejar, serta mengintimidasi para wartawan agar menghapus seluruh dokumen video hasil peliputan.

โ€œTiba-tiba kami dikejar, disuruh minta dihapus videonya, diintimidasi. Karena kami berusaha menyelamatkan handphone, karena bukti-bukti di sini semua, kami malah dianiaya,โ€ terangnya.

Aksi intimidasi tersebut menyasar tiga orang wartawan di lokasi kejadian, di mana dua di antaranya mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan dari massa berpakaian hitam.

โ€œYang tadi mengalami intimidasi itu sebenarnya tiga orang, tapi yang mengalami luka-luka itu dua orang,โ€ ungkapnya.

Saat situasi semakin tidak terkendali, Mulyadi sempat berupaya menyelamatkan diri. Namun ia memilih bertahan untuk menolong rekannya sesama wartawan (Tribun Sumsel) yang tertangkap oleh massa, termasuk salah satunya adalah istrinya (Yola) yang merupakan Jurnalis Ketik.com yang sempat terjatuh terkena dorongan.

โ€œPada saat itu sebenarnya saya sudah berusaha lari, tapi teman yang satu tadi yang dari wartawan Tribun itu tidak bisa lepas. Dan saya berusaha menyelamatkan, tiba-tiba saya juga kena. Tadi orang rumah mendekat ikut membantu, dia narik saya,โ€ lanjutnya.

Di tengah situasi kericuhan di depan Mapolda Sumsel tersebut, terdengar teriakan provokatif dari kelompok massa berpakaian hitam yang memaksa agar seluruh rekaman gambar dimusnahkan.

โ€œTeriak-teriak hapus, hapus video itu, hapus itu. Gambar yang diambil saat rombongan massa dari pakaian hitam-hitam dengan Cipayung itu chaos,โ€ ucap dia.ย 

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti mengenai identitas pihak yang diduga melakukan penganiayaan tersebut.

Saat ini, dua korban yang merupakan jurnalis sedang dilakukan pemeriksaan rontgen untuk diketahui apakah ada luka serius.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait