Tragedi Kemanusiaan di Tabanan: DPR Kutuk Keras Aksi Main Hakim Sendiri
DPR soroti kasus main hakim sendiri di Tabanan yang tewaskan warga, sebut peristiwa itu sebagai tragedi kemanusiaan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu disebut sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus menjadi peringatan penting bagi penegakan hukum di Indonesia.
Menurut Mangihut, korban yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ayam meninggal dunia setelah mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah warga sebelum diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya menjunjung tinggi hukum dan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya, Selasa (28/7/2026).
Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar itu menegaskan Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap orang, terlepas dari dugaan tindak pidana yang dilakukan, berhak mendapatkan proses hukum yang adil.
Ia menekankan tidak seorang pun memiliki kewenangan menjatuhkan hukuman di luar putusan pengadilan. Menurutnya, praktik main hakim sendiri justru menghilangkan ruang penegakan hukum dan berpotensi memicu siklus kekerasan di tengah masyarakat.
Mangihut juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari tindakan tersebut, terutama bagi keluarga korban. Menurutnya, anak-anak korban harus kehilangan sosok ayah, sementara keluarga harus menanggung trauma dan penderitaan akibat penyelesaian persoalan yang seharusnya dilakukan melalui mekanisme hukum.
"Main hakim sendiri bukanlah bentuk keadilan. Sebaliknya, tindakan tersebut justru berpotensi melahirkan korban baru, menimbulkan perkara pidana baru, serta meninggalkan trauma yang berkepanjangan bagi keluarga maupun masyarakat," ujar eks Jaksa ini.
Karena itu, Mangihut mengajak masyarakat untuk menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Ia menilai masyarakat cukup mengamankan situasi seperlunya, segera menghubungi kepolisian, dan membiarkan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, ia menegaskan peristiwa di Tabanan harus menjadi refleksi bersama bahwa rasa keadilan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia.
Mangihut juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat agar budaya penyelesaian masalah melalui jalur hukum semakin mengakar.
"Pencegahan terhadap tindakan main hakim sendiri adalah tanggung jawab bersama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi," tegas Legislator dapil Sumut ini.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan