Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tingkat Pengangguran Terbuka Sumut Turun Menjadi 5,01 Persen

TPT Sumut Februari 2026 turun jadi 5,01 persen, BPS catat perbaikan pasar kerja meski pengangguran terdidik masih tinggi.

Grafik distribusi penduduk berdasarkan lapangan pekerjaan.(foto: bps sumut)
Grafik distribusi penduduk berdasarkan lapangan pekerjaan.(foto: bps sumut)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN – Kondisi di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren perbaikan yang positif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,01 persen.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,09 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama pada Februari 2025 yang berada di level 5,10 persen. Berdasarkan laporan Berita Resmi Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026, jumlah angkatan kerja di Sumut mencapai 8,11 juta orang, meningkat sebanyak 165 ribu orang dibandingkan Februari tahun lalu. Dari total tersebut, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 7,70 juta orang, sementara jumlah penganggur mencapai 406 ribu orang. 

​Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa sektor pertanian masih mendominasi struktur lapangan pekerjaan di wilayah ini, meskipun terdapat pergeseran penyerapan di beberapa sektor lainnya. Sektor perdagangan besar dan eceran tercatat mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar, sementara sektor pertanian justru mengalami penurunan jumlah pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. 

​"Penurunan TPT menjadi 5,01 persen ini mencerminkan daya serap yang membaik di Sumatera Utara. Kami mencatat adanya pertumbuhan penduduk yang bekerja sebanyak 170 ribu orang dalam setahun terakhir, dengan sektor perdagangan sebagai motor penggerak utama penyerapan tenaga kerja baru," ujar Asim Saputra dalam rilisnya, di Medan, Selasa (5/5/2026).

​Lebih lanjut, data BPS menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengangguran berdasarkan wilayah dan gender. TPT di daerah perkotaan (6,95 persen) tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan (2,93 persen). Selain itu, dari sisi pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi angka pengangguran dengan TPT sebesar 8,83 persen, disusul oleh lulusan universitas sebesar 6,85 persen. 

​Asim Saputra menekankan bahwa meskipun angka pengangguran secara umum menurun, tantangan terkait pengangguran terdidik dan penyerapan di sektor formal tetap menjadi perhatian. 

"Meskipun jumlah penduduk yang bekerja di kegiatan formal meningkat dan mencapai 41,52 persen, kita masih harus memperhatikan kualitas penyerapan kerja di sektor-sektor produktif lainnya untuk memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang," pungkasnya.  

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait