Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Timwas Bencana DPR Ajak Semua Pihak Perkuat Mitigasi dan Respons Cepat atas Bencana di Sumatera

Timwas Bencana DPR dorong penguatan mitigasi dan respons cepat atas banjir serta longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera

Maman Imanulhaq (foto:istimewa)
Maman Imanulhaq (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA — Tim Pengawas Penanggulangan Bencana () menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selama beberapa hari terakhir. Hujan ekstrem yang dipicu oleh .

Anggota Timwas Bencana DPR Maman Imanulhaq menegaskan, bencana yang terjadi tidak bisa hanya dilihat sebagai akibat fenomena alam semata. Kerusakan ekosistem, maraknya industri ekstraktif, pembangunan masif yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan, serta lemahnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor yang memperparah situasi. 

Baca Juga : Update Korban Bencana di Sumbar:  22 Orang Meninggal, 10 Orang dalam Pencarian 

Dalam pandangannya, bencana berulang seperti ini harus menjadi peringatan keras bahwa tata kelola alam Indonesia sedang berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan perhatian serius serta tindakan terukur dari seluruh pemangku kepentingan.

Data terkini menunjukkan betapa luasnya dampak bencana ini. Di Aceh, sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 20 dari 23 kabupaten/kota terendam banjir. Ribuan warga mengungsi, jaringan listrik dan telekomunikasi putus akibat robohnya tiang transmisi, dan lahan pertanian rusak berat. Gubernur Aceh telah menetapkan status mulai 28 November hingga 11 Desember 2025. Di Sumatera Utara, tercatat 43 orang meninggal dunia, 88 orang masih hilang, 1.168 orang mengungsi, dan 12 kabupaten/kota terdampak banjir, longsor, serta puting beliung. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat hingga 8 Desember 2025.

Maman  juga menegaskan, memperkuat merupakan keharusan yang tidak lagi bisa ditunda. 

Ia menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha ekstraktif seperti tambang dan perkebunan besar yang merusak tutupan lahan.

Baca Juga : Update Korban Banjir dan Longsor Sumut: 43 Orang Meninggal dan 88 Orang Dalam Pencarian 

"Perlunya revitalisasi daerah aliran sungai (DAS), penghijauan massif, penataan ulang ruang yang berbasis mitigasi risiko bencana, serta peningkatan alokasi anggaran untuk kesiapsiagaan dan pemulihan dari bencana," katanya, Sabtu (29/11/2025). 

Menurutnya, Siklon Senyar seharusnya menjadi alarm keras bahwa dan degradasi lingkungan telah mencapai tingkat yang mengancam keselamatan rakyat di banyak daerah Indonesia.

Dalam situasi darurat seperti ini,  Maman mengajak , kementerian terkait, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi demi mempercepat proses evakuasi korban, pencarian warga yang hilang, pembukaan akses jalan dan jaringan komunikasi, serta distribusi bantuan yang memadai.

Ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan dapat terpenuhi dengan cepat. 

Maman juga meminta agar pendataan kerusakan rumah, lahan pertanian, serta infrastruktur dapat dilakukan secara akurat sebagai dasar bagi percepatan bantuan dan rehabilitasi jangka panjang.

Baca Juga : Update Bencana Banjir dan Longsor Sumut: 62 Orang Meninggal dan 65 Masih dalam Pencarian 

"Negara harus hadir dengan kebijakan yang lebih berani, lebih ekologis, dan lebih humanis untuk mencegah bencana serupa terus berulang di masa mendatang," tegasnya. 

“Kita harus bergerak cepat, saling bergandengan tangan, dan belajar dari setiap bencana agar tidak terus mengulang luka yang sama. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi,” tandasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)




Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru