Tiket Pesawat di Aceh Melonjak hingga Rp8 Juta saat Bencana, DPR Desak Kemenhub Tindak Tegas Operator Nakal
Komisi V DPR mendesak Kemenhub bertindak tegas atas lonjakan harga tiket pesawat, seperti rute Bener Meriah-Aceh Besar yang mencapai Rp8 juta
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi V DPR mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil tindakan tegas terhadap lonjakan harga tiket pesawat di Aceh di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Tarif tiket pesawat dari Bandara Rembele, Bener Meriah, menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, misalnya saat ini mencapai Rp8 juta per orang.
“Ini sangat tidak masuk akal. Masa penerbangan antarkabupaten dalam satu provinsi bisa mencapai Rp8 juta?. Di tengah masyarakat tertimpa musibah, masih ada pihak yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Ini tidak boleh dibiarkan. Kemenhub harus bertindak tegas,” ujar Anggota Komisi V DPR Ruslan M Daud, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga : Diskon Tiket Nataru jadi Stimulus Ekonomi, Komisi V DPR Beri Apresiasi
Menurutnya, harga tiket dari Bener Meriah ke Bandara Kualanamu Medan juga mengalami kenaikan signifikan, padahal pada hari normal nusantaraterkini.co/tag/harga-tiket-pesawat" class="article-tag-link" rel="tag">harga tiket pesawat perintis rute tersebut hanya sekitar Rp501.500. Lonjakan harga tersebut terjadi ketika ratusan warga memadati Bandara Rembele akibat terbatasnya akses transportasi.
Hingga kini, banyak jalur darat di dataran tinggi Gayo masih terputus, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi terganggu akibat bencana.
Ruslan menilai, maskapai seharusnya menurunkan tarif pada situasi kedaruratan, karena masyarakat hanya mengandalkan jalur udara untuk mobilitas.
“Masyarakat di Bener Meriah dan Aceh Tengah masih terisolasi. Tapi harga tiket justru mencekik. Masyarakat sedang musibah jangan lagi dibebani seperti ini,” tegasnya.
Baca Juga : KAI Sumut Mulai Buka Penjualan Tiket Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Cek Cara Pemesanannya
Ia meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat dan investigasi terhadap dugaan permainan tarif dan menyebut praktik tersebut berpotensi masuk kategori predatory pricing. Ironisnya hal itu dilakukan di tengah rakyat yang terkena musibah.
“Ini bukan semata persoalan ekonomi, tetapi persoalan kemanusiaan. Kemenhub harus menginvestigasi, mengevaluasi operator, menegakkan aturan tarif batas atas dan batas bawah, serta memberi sanksi kepada pihak yang bermain harga,” tegas legislator dapil Aceh ini.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan