Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Terungkap Modus Ekspedisi Mahasiswa dan IRT di Palembang, Pasok Narkoba Jaringan DPO AG

IKKT Pragati Wira Anggini rayakan HUT ke-60 dengan seminar kesehatan, doa lintas agama, dan santunan bagi anak yatim serta warakawuri.

Jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim saat konferensi pers ungkap kasus penyelundupan narkoba di Gedung Mapolda Sumsel, Jumat (19/6/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim saat konferensi pers ungkap kasus penyelundupan narkoba di Gedung Mapolda Sumsel, Jumat (19/6/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Kanwil Bea Cukai Sumbagtim menggagalkan penyelundupan narkoba lintas provinsi di sebuah jasa ekspedisi di Jalan KH Azhari Wahid Hasyim, Seberang Ulu I, Palembang.

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menangkap seorang mahasiswa berinisial H alias HJ (28) dan ibu rumah tangga (IRT) berinisial IO alias OTA (39) dengan barang bukti 11.443 butir ekstasi serta sabu seberat 1.399,47 gram.

Masalah utama dalam kasus ini bermula dari aksi kedua kurir lokal tersebut yang dikendalikan penuh oleh seorang buronan residivis berinisial AG dari jarak jauh.

Jaringan ini memanfaatkan celah pengiriman logistik dengan menyembunyikan sabu di dalam tiga buah speaker dan satu brankas kecil, lalu dibungkus lakban rapi menyerupai paket marketplace untuk mengelabui petugas di lapangan.

Kronologi pengungkapan diawali dari pertukaran informasi data intelijen (sharing information) antara pihak Bea Cukai dan jajaran Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumsel sejak awal tahun 2026.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas gabungan menyergap tersangka saat paket tiba di kantor ekspedisi Palembang, lalu mengembangkan pencarian ke kos-kosan pelaku untuk menyita ribuan ekstasi siap edar yang dikemas dengan 5 varian logo berbeda.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana menyampaikan jika operasi bersama (joint operation) bersandi Laporan Polisi LP/A 116/2026 ini digerakkan terpadu bersama Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri hingga ke wilayah Jawa Barat.

"Kegiatan ini adalah kegiatan joint operation atau operasi bersama. Sebagai bentuk kolaborasi, ini bukan sekali dua kali yang kita lakukan dengan Bea Cukai. Tanpa ada informasi dari kawan-kawan Bea Cukai, mungkin tidak bisa kita kembangkan maksimal," ujar Yulian saat konferensi pers di gedung Mapolda Sumsel, Jumat (19/6/2026).

Yulian menyebut petugas juga menyita aset berupa uang tunai Rp100 juta, serta saldo rekening senilai Rp100 juta yang digunakan sebagai lalu lintas transaksi dan upah operasional kedua kurir.

"Dari barang bukti ekstasi sebanyak 11.443 butir dan sabu sebanyak 1.399,47 gram, serta uang tunai dan di rekening masing-masing 100 juta, kita telah menyelamatkan kurang lebih 36.881 jiwa," ungkapnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana berat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Agus Sudarmadi menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga perbatasan (border protection) lewat penggabungan kapasitas intelijen antar-institusi guna menghadapi kejahatan terorganisir yang kompleks.

"Narkotika ini adalah bagian dari kejahatan transnasional, di mana pergerakan barang, orang, transport, hingga transaksi keuangannya memang bersifat multi-dimensi," tegasnya.

Ia nengatakan jika pengawasan ketat juga mencakup area perbatasan strategis, karena jaringan internasional ini kerap memanfaatkan jalur perairan untuk memasukkan barang haram ke Indonesia.

"Karena pergerakan barang dan orang ini tidak hanya di dalam negeri, pasti akan melewati daerah-daerah perbatasan laut. Untuk itu, kami terus berkolaborasi melakukan operasi intelijen, bahkan dengan jaringan di luar negeri," katanya.

Selain itu, sinergi operasional di lapangan menjadi kunci utama penegakan hukum demi menutupi keterbatasan taktis masing-masing lembaga penegak hukum.

"Kolaborasi dan sinergi adalah harga mati. Hubungan kami dengan Polri saling berbagi kapasitas, karena mungkin ada institusi yang kuat di satu sisi, dan memerlukan bantuan dari sisi lainnya," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait